Sepak Terjang Dewas Danantara Tony Blair yang Dianggap Zionis Sejati dan Pendukung Kuat Israel
Selasa, 25 Februari 2025 - 17:45 WIB
loading...
Mantan Perdana Menteri Inggris dan anggota Dewan Pengawas Danantara Tony Blair. Foto/anadolu
A
A
A
LONDON - Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair telah ditunjuk sebagai anggota Dewan Pengawas Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Penunjukan ini diumumkan Presiden Prabowo Subianto pada 24 Februari 2025 di Istana Negara.
Penempatan Tony Blair itu pun menjadi sorotan luas karena tokoh asing yang menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris dari 1997 hingga 2007 itu dikenal sebagai salah satu pemimpin dunia yang paling setia mendukung Israel.
Kebijakan luar negerinya, hubungan dekatnya dengan lobi pro-Israel, serta peran aktifnya dalam konflik Timur Tengah menunjukkan dia adalah seorang Zionis sejati.
Berikut ini analisa lebih dalam bagaimana Blair menunjukkan keberpihakannya kepada Israel, baik selama masa jabatannya maupun setelah dia meninggalkan posisi sebagai Perdana Menteri.
1. Dukungan Kuat terhadap Israel Selama Menjabat sebagai Perdana Menteri
Blair secara konsisten menunjukkan dukungannya terhadap Israel dalam berbagai peristiwa internasional. Beberapa kebijakan dan pernyataannya mencerminkan keberpihakannya yang jelas:
Konflik Israel-Palestina
Blair menolak mengutuk agresi militer Israel terhadap Palestina.
Pada tahun 2001, setelah Intifada Kedua dimulai, Blair lebih banyak berbicara tentang hak Israel untuk membela diri daripada mengkritik tindakan represif rezim apartheid Zionis terhadap rakyat Palestina.
Blair mengabaikan seruan dari banyak negara dan organisasi internasional untuk menekan Israel agar menghentikan pembangunan pemukiman ilegal di wilayah Palestina yang diduduki.
Perang Lebanon 2006
Ketika Israel menyerang Lebanon pada tahun 2006, Blair menolak mendukung seruan gencatan senjata yang diajukan komunitas internasional.
Dia membela tindakan Israel dengan dalih "hak untuk mempertahankan diri" meskipun serangan tersebut mengakibatkan ribuan warga sipil Lebanon tewas.
Hubungan Erat dengan Pemerintah Israel
Blair beberapa kali bertemu dengan para pemimpin Israel seperti Ehud Barak dan Ariel Sharon untuk mempererat hubungan diplomatik dan militer.
Pemerintahannya mendukung berbagai kerja sama ekonomi dan teknologi dengan Israel.
Blair memiliki hubungan erat dengan berbagai organisasi Zionis dan lobi pro-Israel, yang berpengaruh dalam kebijakan luar negeri Inggris:
Penempatan Tony Blair itu pun menjadi sorotan luas karena tokoh asing yang menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris dari 1997 hingga 2007 itu dikenal sebagai salah satu pemimpin dunia yang paling setia mendukung Israel.
Kebijakan luar negerinya, hubungan dekatnya dengan lobi pro-Israel, serta peran aktifnya dalam konflik Timur Tengah menunjukkan dia adalah seorang Zionis sejati.
Berikut ini analisa lebih dalam bagaimana Blair menunjukkan keberpihakannya kepada Israel, baik selama masa jabatannya maupun setelah dia meninggalkan posisi sebagai Perdana Menteri.
1. Dukungan Kuat terhadap Israel Selama Menjabat sebagai Perdana Menteri
Blair secara konsisten menunjukkan dukungannya terhadap Israel dalam berbagai peristiwa internasional. Beberapa kebijakan dan pernyataannya mencerminkan keberpihakannya yang jelas:Konflik Israel-Palestina
Blair menolak mengutuk agresi militer Israel terhadap Palestina.
Pada tahun 2001, setelah Intifada Kedua dimulai, Blair lebih banyak berbicara tentang hak Israel untuk membela diri daripada mengkritik tindakan represif rezim apartheid Zionis terhadap rakyat Palestina.
Blair mengabaikan seruan dari banyak negara dan organisasi internasional untuk menekan Israel agar menghentikan pembangunan pemukiman ilegal di wilayah Palestina yang diduduki.
Perang Lebanon 2006
Ketika Israel menyerang Lebanon pada tahun 2006, Blair menolak mendukung seruan gencatan senjata yang diajukan komunitas internasional.
Dia membela tindakan Israel dengan dalih "hak untuk mempertahankan diri" meskipun serangan tersebut mengakibatkan ribuan warga sipil Lebanon tewas.
Hubungan Erat dengan Pemerintah Israel
Blair beberapa kali bertemu dengan para pemimpin Israel seperti Ehud Barak dan Ariel Sharon untuk mempererat hubungan diplomatik dan militer.
Pemerintahannya mendukung berbagai kerja sama ekonomi dan teknologi dengan Israel.
2. Hubungan Dekat dengan Lobi Zionis
Blair memiliki hubungan erat dengan berbagai organisasi Zionis dan lobi pro-Israel, yang berpengaruh dalam kebijakan luar negeri Inggris:
Lihat Juga :