Sepak Terjang Dewas Danantara Tony Blair yang Dianggap Zionis Sejati dan Pendukung Kuat Israel
Selasa, 25 Februari 2025 - 17:45 WIB
loading...
A
A
A
Labour Friends of Israel (LFI)
Blair merupakan salah satu pendukung kuat LFI, kelompok dalam Partai Buruh yang secara aktif mempromosikan kepentingan Israel.
LFI memiliki pengaruh besar dalam menentukan kebijakan luar negeri Partai Buruh terkait Israel.
Hubungan dengan Organisasi Zionis Internasional
Blair memiliki hubungan sangat baik dengan berbagai organisasi Yahudi dan Zionis di Amerika Serikat (AS) dan Inggris.
Dia menerima dana politik dari donor pro-Israel yang berkontribusi dalam kampanye Partai Buruh.
Salah satu kebijakan luar negeri paling kontroversial Blair adalah keputusannya mendukung invasi Amerika Serikat ke Irak pada tahun 2003. Ada beberapa alasan mengapa keputusan ini dikaitkan dengan kepentingan Israel:
Melemahkan Negara-Negara Arab yang Anti-Israel
Irak di bawah kepemimpinan Saddam Hussein adalah salah satu musuh utama Israel di Timur Tengah.
Invasi Irak melemahkan kekuatan militer dan ekonomi negara tersebut, yang secara tidak langsung menguntungkan Israel.
Dukungan dari Lobi Zionis
Banyak analis politik menyebut tekanan dari lobi pro-Israel di AS dan Inggris memainkan peran besar dalam mendorong invasi.
Blair bekerja sama erat dengan pemerintahan Presiden AS saat itu, George W. Bush, yang juga memiliki hubungan kuat dengan kelompok-kelompok Zionis di AS.
Dampak terhadap Palestina
Dengan Irak hancur akibat invasi, fokus dunia Arab terhadap perjuangan Palestina berkurang, yang menguntungkan Israel.
Setelah meninggalkan jabatannya sebagai Perdana Menteri, Blair diangkat sebagai Utusan Khusus Kuartet Timur Tengah (PBB, AS, Uni Eropa, dan Rusia) pada tahun 2007.
Namun, perannya dalam posisi ini sering dikritik karena lebih menguntungkan Israel dibandingkan memperjuangkan solusi yang adil bagi Palestina.
Blair merupakan salah satu pendukung kuat LFI, kelompok dalam Partai Buruh yang secara aktif mempromosikan kepentingan Israel.
LFI memiliki pengaruh besar dalam menentukan kebijakan luar negeri Partai Buruh terkait Israel.
Hubungan dengan Organisasi Zionis Internasional
Blair memiliki hubungan sangat baik dengan berbagai organisasi Yahudi dan Zionis di Amerika Serikat (AS) dan Inggris.
Dia menerima dana politik dari donor pro-Israel yang berkontribusi dalam kampanye Partai Buruh.
3. Peran dalam Invasi Irak 2003: Demi Kepentingan Israel?
Salah satu kebijakan luar negeri paling kontroversial Blair adalah keputusannya mendukung invasi Amerika Serikat ke Irak pada tahun 2003. Ada beberapa alasan mengapa keputusan ini dikaitkan dengan kepentingan Israel:
Melemahkan Negara-Negara Arab yang Anti-Israel
Irak di bawah kepemimpinan Saddam Hussein adalah salah satu musuh utama Israel di Timur Tengah.
Invasi Irak melemahkan kekuatan militer dan ekonomi negara tersebut, yang secara tidak langsung menguntungkan Israel.
Dukungan dari Lobi Zionis
Banyak analis politik menyebut tekanan dari lobi pro-Israel di AS dan Inggris memainkan peran besar dalam mendorong invasi.
Blair bekerja sama erat dengan pemerintahan Presiden AS saat itu, George W. Bush, yang juga memiliki hubungan kuat dengan kelompok-kelompok Zionis di AS.
Dampak terhadap Palestina
Dengan Irak hancur akibat invasi, fokus dunia Arab terhadap perjuangan Palestina berkurang, yang menguntungkan Israel.
4. Peran Setelah Menjabat: Utusan Perdamaian yang Berpihak?
Setelah meninggalkan jabatannya sebagai Perdana Menteri, Blair diangkat sebagai Utusan Khusus Kuartet Timur Tengah (PBB, AS, Uni Eropa, dan Rusia) pada tahun 2007.
Namun, perannya dalam posisi ini sering dikritik karena lebih menguntungkan Israel dibandingkan memperjuangkan solusi yang adil bagi Palestina.
Lihat Juga :