Donald Trump Tunjuk Eks Jenderal Dan ‘Razin' Caine Jadi Panglima Militer Baru AS

Minggu, 23 Februari 2025 - 06:03 WIB
loading...
Donald Trump Tunjuk...
Presiden Donald Trump menunjuk Letnan Jenderal (Purn) Dan Razin Caine untuk menjadi Ketua Kepala Staf Gabungan (CCJS) atau Panglima Militer baru Amerika Serikat. Foto/USAF
A A A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump menunjuk Letnan Jenderal (Purn) Dan "Razin" Caine untuk menjadi Ketua Kepala Staf Gabungan (CCJS) atau Panglima Militer baru Amerika Serikat (AS).

Pensiunan jenderal bintang tiga itu akan menggantikan Jenderal Charles "CQ" Brown yang telah dipecat sebagai CCJS.

Penunjukan Caine masih membutuhkan konfirmasi Senat AS. Jika disetujui, dia akan menjadi jenderal aktif lagi dan kemungkinan pangkatnya naik menjadi jenderal bintang empat.

"Jenderal Caine adalah pilot ulung, pakar keamanan nasional, pengusaha sukses, dan 'pejuang perang' dengan pengalaman operasi khusus dan antarlembaga yang signifikan," tulis Trump dalam sebuah posting di Truth Social yang mengumumkan pencalonan tersebut, seperti dikutip Fox News, Minggu (23/2/2025).

Baca Juga: Pentagon Terguncang! Trump Pecat Jenderal Tertinggi AS

Trump mengatakan selama masa jabatan pertamanya, pensiunan letnan jenderal bintang tiga itu berperan penting dalam pemusnahan total kekhalifahan ISIS.

"Itu dilakukan dalam waktu yang memecahkan rekor, dalam hitungan minggu. Banyak yang disebut 'jenius' militer mengatakan butuh waktu bertahun-tahun untuk mengalahkan ISIS," lanjut Presiden Trump.

"Jenderal Caine, di sisi lain, mengatakan itu bisa dilakukan dengan cepat, dan dia melakukannya,” paparnya.

Trump mengatakan meskipun Caine sangat berkualifikasi dan dihormati, dia dilewatkan untuk dipromosikan oleh Presiden Joe Biden saat berkuasa.

"Namun tidak lagi! Bersama Menteri Pete Hegseth, Jenderal Caine dan militer kita akan memulihkan perdamaian melalui kekuatan, mengutamakan Amerika, dan membangun kembali militer kita," tulis Trump.

"Terakhir, saya juga telah memerintahkan Menteri Hegseth untuk meminta nominasi untuk lima posisi tingkat tinggi tambahan, yang akan segera diumumkan,” imbuh dia.

"Jenderal Caine mewujudkan etos pejuang perang dan merupakan pemimpin yang kita butuhkan saat ini. Saya berharap dapat bekerja sama dengannya," imbuh Menteri Pertahanan Pete Hegseth dalam sebuah pernyataan kepada Fox News.

Meskipun merupakan hal yang biasa bagi para CCJS untuk tetap berada di posisi mereka selama pergantian kekuasaan, Trump membuat keputusan untuk mencari pengganti.

Trump dan Hegseth memberi hormat kepada CCJS yang akan lengser, pilot pesawat tempur bintang empat Jenderal Charles “CQ” Brown.

"Saya ingin berterima kasih kepada Jenderal Charles ‘CQ’ Brown atas lebih dari 40 tahun pengabdiannya bagi negara kita, termasuk sebagai Ketua Kepala Staf Gabungan saat ini," tulis Trump.

"Dia adalah pria yang baik dan pemimpin yang luar biasa, dan saya berharap masa depan yang hebat untuknya dan keluarganya,” paparnya.

Hegseth menambahkan Brown mengabdi dengan kehormatan dalam karier yang mencakup empat dekade pengabdian yang terhormat.

"Saya mengenalnya sebagai penasihat yang bijaksana dan memberi hormat kepadanya atas pengabdiannya yang terhormat bagi negara kita," tulisnya.

Hegseth telah berterus terang tentang kebijakan Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi (DEI) yang berdampak buruk pada operasi militer, dan sebelumnya menyarankan pemecatan Jenderal Brown dan para pemimpin tinggi lainnya.

Sebelum menjadi menteri pertahanan, Hegseth menulis tentang Brown beberapa kali dalam bukunya, "The War on Warriors”, pernah mempertanyakan apakah Brown layak dipromosikan menjadi jenderal tertinggi Amerika.

"Standar militer, yang dulu menjadi ciri khas kompetensi, profesionalisme, dan hasil 'misi pertama', secara resmi telah digantikan oleh prioritas yang terbangun," tulisnya.

"Anda pikir CQ Brown akan berpikir intuitif tentang ancaman eksternal dan kesiapan internal? Tidak mungkin. Dia membangun jabatan jenderalnya dengan patuh mengejar posisi radikal politisi sayap kiri, yang pada gilirannya menghadiahinya dengan promosi,” lanjut dia dalam bukunya.

Sebelum diangkat sebagai CCJS, Brown menjabat sebagai kepala staf Angkatan Udara ke-22 dari tahun 2020 hingga 2023. Dia mencatat lebih dari 3.000 jam terbang sebagai pilot pesawat tempur, termasuk 130 jam dalam pertempuran.

Sedangkan Caine telah mencatat lebih dari 2.800 jam terbang denganjet tempur F-16, termasuk lebih dari 100 jam dalam pertempuran.

Hegseth mengatakan dia juga meminta nominasi untuk posisi Kepala Operasi Angkatan Laut dan Wakil Kepala Angkatan Udara. Dua jabatan itu sebelumnya dipegang oleh Laksamana Lisa Franchetti dan Jenderal James Slife.

"Pejabat yang memegang peran penting ini, Laksamana Lisa Franchetti dan Jenderal James Slife, masing-masing, memiliki karier yang terhormat," tulis Hegseth. "Kami berterima kasih kepada mereka atas pengabdian dan dedikasi mereka kepada negara kita."

Hegseth sebelumnya juga menyebut Franchetti dalam bukunya, mengkritik kurangnya pengalaman tempurnya dan mengejek gelar masternya dari perguruan tinggi daring Universitas Phoenix.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Balas Dendam, Iran Hujani...
Balas Dendam, Iran Hujani Pangkalan Militer AS di Kuwait dan Bahrain dengan Rudal dan Drone
Rekomendasi
Muncul Wacana Capres-Cawapres...
Muncul Wacana Capres-Cawapres Diusung 3 Parpol Parlemen, Pakar: Kita Berada dalam Bahaya Besar
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Berita Terkini
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved