Mesir Klaim Rencananya untuk Gaza Didukung Trump usai Diyakinkan Raja Yordania

Rabu, 19 Februari 2025 - 09:07 WIB
loading...
Mesir Klaim Rencananya...
Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi bertemu Raja Yordania Abdullah dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Foto/webangah
A A A
KAIRO - Mesir dan Yordania yakin mereka telah berhasil mencegah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendukung pemindahan paksa warga Palestina dari Gaza dan AS mendukung rencana pascaperang Mesir untuk daerah kantong itu.

Klaim itu diungkap seorang pejabat senior Mesir kepada Middle East Eye (MEE).

"Ini akan menjadi rencana Mesir yang diadopsi dan didukung orang-orang Arab," ujar pejabat itu. "Itulah yang disetujui Trump."

Pejabat Mesir itu, yang berbicara kepada MEE dengan syarat anonim pada hari Selasa (18/2/2025), mengatakan kunjungan Raja Abdullah II dari Yordania ke Washington sangat penting untuk meyakinkan Trump agar membatalkan rencananya mengosongkan Gaza dari warga Palestina.

Kairo dan negara-negara Arab lainnya memandang hasil pertemuan Raja Abdullah sebagai kemenangan.

"Pertemuan tertutup itu sangat bagus," ujar pejabat Mesir itu kepada MEE.

Raja Abdullah tidak secara terbuka menentang Trump terkait usulannya "mengambil alih" Jalur Gaza, tetapi pejabat Mesir tersebut mengatakan raja secara pribadi memperingatkan Trump bahwa rencana AS akan memicu "ekstremisme Islam" dan menyebabkan runtuhnya pemerintahan pro-AS di seluruh wilayah tersebut.

Trump tampak "penuh perhatian dan simpatik", menurut pejabat tersebut.

Tawanan untuk Peralatan Rekonstruksi


“Mesir mampu memanfaatkan momentum pertemuan Abdullah dan selanjutnya mendapatkan kepercayaan Trump menjadi aktor utama di Gaza dengan berhasil bernegosiasi agar Hamas membebaskan enam tawanan hidup pada hari Selasa,” ungkap pejabat tersebut.

Jumlah tersebut dua kali lipat dari jumlah yang diamanatkan dalam kesepakatan gencatan senjata.

“Hamas setuju membebaskan tawanan tersebut sebagian karena Israel mengizinkan mesin berat masuk ke Gaza untuk memulai rekonstruksi,” ujar pejabat tersebut.

Selain itu, Israel mengizinkan rumah mobil masuk ke Gaza yang sebelumnya telah diblokirnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Hilang Misterius 12...
Hilang Misterius 12 Tahun Silam, Pencarian Pesawat Malaysia Airlines MH370 Diperpanjang Setahun
Rekomendasi
Kejutan! Maroko Singkirkan...
Kejutan! Maroko Singkirkan Belanda Lewat Drama Adu Penalti
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
Perkuat Industri Maritim,...
Perkuat Industri Maritim, BKI Dorong Kolaborasi PIKKI Bersama PT PAL
Berita Terkini
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Infografis
Untuk Membangun Kembali...
Untuk Membangun Kembali Kota Gaza, Palestina Butuh Rp868 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved