10 Negara Terkuat di Dunia 2025 secara Militer, Indonesia Nomor Berapa?

Senin, 17 Februari 2025 - 19:18 WIB
loading...
10 Negara Terkuat di...
AS masih menjadi negara terkuat di dunia secara militer. Foto/X/@USArmy
A A A
JAKARTA - Pada awal 2025, Global Fire Power (GFP) kembali merilis pemeringkatan negara-negara di dunia berdasarkan peringkat militer . Mengutip laman resminya, GFP dalam perkiraannya memakai lebih dari 60 komponen berbeda untuk menentukan skor index militer sebuah negara.

Lantas, negara apa saja yang masuk urutan sepuluh besar militer terkuat dunia? Berikut ulasannya.

Negara Terkuat di Dunia 2025 secara Militer

1. Amerika Serikat

Peringkat GFP: 1
PowerIndex: 0,0744
Tentara Aktif: 1.328.000
Tentara cadangan: 799.500
Anggaran Pertahanan: $895 miliar

Amerika Serikat merupakan salah satu negara adidaya di dunia. Tak heran, Negeri Paman Sam bisa menduduki peringkat teratas dalam daftar Global Fire Power (GFP) 2025.

Selain jumlah tentara, kekuatan militer AS juga didukung komponen persenjataan di darat, laut hingga udara. Di antaranya seperti 4.640 tank, 391.963 kendaraan lapis baja, 11 kapal induk, 81 kapal perusak, 1.343 jet tempur hingga 5.843 helikopter.

Selain itu, Washington juga diperkirakan memiliki 5.044 hulu ledak nuklir per Januari 2024. Angka ini menjadi salah satu terbanyak dan hanya kalah dari Rusia (5.580 hulu ledak).

2. Rusia

Peringkat GFP: 2
PowerIndex: 0,0788
Tentara Aktif: 1.320.000
Tentara cadangan: 2.000.000
Paramiliter: 250.000
Anggaran Pertahanan: $126 miliar

Rusia berada di urutan kedua dalam pemeringkatan Global Fire Power (GFP) 2025. Kekuatannya didukung persenjataan, seperti 5.750 tank, 131.527 kendaraan lapis baja, 1 kapal induk, 10 kapal perusak, 833 jet tempur hingga 1.651 helikopter.

Kemudian, Rusia juga dilaporkan menjadi negara dengan kepemilikan hulu ledak nuklir terbanyak. Data Statista menunjukan bahwa Moskow memiliki 5.580 hulu ledak per Januari 2024.

Baca Juga: Erdogan Galang Kekuatan Lawan Pencaplokan Gaza

3. China

Peringkat GFP: 3
PowerIndex: 0,0788
Tentara Aktif: 2.035.000
Tentara cadangan: 510.000
Paramiliter: 625.000
Anggaran Pertahanan: $266,8 miliar

Beralih ke Asia, ada China. Negeri Tirai Bambu membuntuti dua negara teratas dalam daftar GFP, yakni Amerika Serikat dan Rusia.

Pada persenjataan, China dibekali banyak kemampuan di darat, laut, serta udara. Sebut saja seperti 6.800 tank, 144.017 kendaraan lapis baja, 3 kapal induk, 50 kapal perusak, 1.212 jet tempur hingga 913 helikopter.

Bicara hulu ledak nuklir, China diperkirakan sudah punya 500 hulu ledak pada 2024. Angka itu diprediksi bakal terus bertambah dalam beberapa waktu ke depan.

4. India

Peringkat GFP: 4
PowerIndex: 0,1184
Tentara Aktif: 1.455.550
Tentara cadangan: 1.155.000
Paramiliter: 2.527.000
Anggaran Pertahanan: $75 miliar

Masih di Asia, ada India di urutan keempat. Militer New Delhi disokong kemampuan persenjataan, seperti 4.201 tank, 148.594 kendaraan lapis baja, 2 kapal induk, 13 kapal perusak, 513 jet tempur hingga 899 helikopter.

Pada daftar pemilik hulu ledak nuklir, India juga masuk. Mereka diperkirakan punya 172 hulu ledak pada Januari 2024.

5. Korea Selatan

Peringkat GFP: 5
PowerIndex: 0,1656
Tentara Aktif: 600.000
Tentara cadangan: 3.100.000
Paramiliter: 120.000
Anggaran Pertahanan: $46,3 miliar

Korea Selatan menduduki peringkat ke-5 daftar negara dengan militer terkuat versi GFP. Selain tentara, kekuatan Seoul didukung persenjataan, seperti 2.236 tank, 58.880 kendaraan lapis baja, 13 kapal perusak, 22 kapal selam, 315 jet tempur hingga 807 helikopter.

6. Inggris

Peringkat GFP: 6
PowerIndex: 0,1785
Tentara Aktif: 184.860
Tentara cadangan: 924.000
Paramiliter: 0
Anggaran Pertahanan: $71,5 miliar

Kemudian, ada Inggris. Mereka menjadi salah satu negara Barat yang punya kemampuan militer terkuat.

Pada sektor persenjataan, Inggris dibekali sederet komponennya, seperti 227 tank, 38.200 kendaraan lapis baja, 2 kapal induk, 6 kapal perusak, 113 jet tempur hingga 266 helikopter. Pada 2024, mereka juga diperkirakan memiliki 225 hulu ledak nuklir.

7. Prancis

Peringkat GFP: 7
PowerIndex: 0,1878
Tentara Aktif: 200.000
Tentara cadangan: 26.000
Paramiliter: 150.000
Anggaran Pertahanan: $55 miliar

Lanjut, ada Prancis. Di sektor persenjataan, mereka memiliki di antaranya 215 tank, 110.932 kendaraan lapis baja, 1 kapal induk, 11 kapal perusak, 226 jet tempur hingga 448 helikopter.

Prancis juga masuk daftar pemilik hulu ledak nuklir. Perkiraan 2024 menunjukan Paris punya 290 hulu ledak.

8. Jepang

Peringkat GFP: 8
PowerIndex: 0,1839
Tentara Aktif: 247.150
Tentara cadangan: 56.000
Paramiliter: 25.000
Anggaran Pertahanan: $57 miliar

Jepang menjadi satu lagi negara Asia yang masuk daftar ini. Kekuatannya didukung 521 tank, 31.964 kendaraan lapis baja, 42 kapal perusak, 24 kapal selam, 217 jet tempur hingga 596 helikopter.

9. Turki

Peringkat GFP: 9
PowerIndex: 0,1902
Tentara Aktif: 355.200
Tentara cadangan: 378.700
Paramiliter: 150.000
Anggaran Pertahanan: $47 miliar

Berikutnya ada Turki. Kekuatan militer anggota NATO ini didukung sederet persenjataan di antaranya 2.238 tank, 61.173 kendaraan lapis baja, 13 kapal selam, 41 kapal patroli, 201 jet tempur hingga 508 helikopter.

10. Italia

Peringkat GFP: 10
PowerIndex: 0,2164
Tentara aktif: 165.500
Tentara cadangan: 18.500
Paramiliter: 105.000
Anggaran pertahanan: $30,8 miliar

Urutan ke-10 diisi Italia. Kekuatan militernya didukung sejumlah persenjataan, seperti 200 tank, 73.480 kendaraan lapis baja, 2 kapal induk, 3 kapal perusak, 89 jet tempur hingga 392 helikopter.

Peringkat Indonesia di GFP 2025

Pada pemeringkatan Global Fire Power (GFP) 2025, Indonesia masuk urutan ke-13 dunia. Bersama skor indek 0,2557, mereka mengungguli beberapa negara lain di bawahnya, seperti Jerman (14), Israel (15), Iran (16) dan lainnya.

Demikian ulasan mengenai sepuluh negara terkuat di dunia 2025 secara militer.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
Jadi Anak Presiden dan...
Jadi Anak Presiden dan Jabat Panglima Militer, Jenderal Ini Seenaknya Menutup Media
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
1.000 Taruna Akmil Bakal...
1.000 Taruna Akmil Bakal Latih Siswa Sekolah Rakyat, Usman Hamid: Ruang Kelas Harus Bebas dari Intervensi Militer
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Tragis! Putra Mantan...
Tragis! Putra Mantan Miss World Venezuela Ditemukan Meninggal usai 9 Hari Tertimbun Reruntuhan Gempa
Rekomendasi
Asosiasi Kepala Desa...
Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia di NTB Dukung MBG Diperluas hingga Pelosok
BNPB Pulihkan Akses...
BNPB Pulihkan Akses Air Bersih di Merapi dengan Pipanisasi Sepanjang 30 Km
Momen Menegangkan Pasukan...
Momen Menegangkan Pasukan TNI Evakuasi Jenazah Pilot AS yang Ditembak OPM di Yahukimo
Berita Terkini
5 Alasan Pemakaman Ayatollah...
5 Alasan Pemakaman Ayatollah Khamenei Ditunda 4 Bulan, Memperkuat Persatuan dan Revolusioner Iran
Lebih dari 5.000 Sekolah...
Lebih dari 5.000 Sekolah Buka Pintu bagi Para Peziarah Pemakaman Khamenei
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
Militer Israel Akhiri...
Militer Israel Akhiri Misi Brigade Givati di Lebanon Selatan setelah 8 Bulan
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved