Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:41 WIB
loading...
Xi Jinping dan Akhir...
Analis geopolitik menilai narasi kebangkitan damai China telah berakhir di era Presiden Xi Jinping. Foto/INSS
A A A
JAKARTA - Pada November 1998, Presiden China saat itu, Jiang Zemin, berdiri di hadapan mahasiswa Waseda University di Tokyo dan menyampaikan pesan yang dimaksudkan untuk meredakan kekhawatiran dunia terhadap kebangkitan China.

“Sekalipun China berkembang nantinya, China tidak akan pernah menindas negara lain. China tidak akan pernah berupaya mencapai hegemoni,” ujar Jiang kala itu.

Baca Juga: Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuki Zona Pertahanan Udara Korea Selatan

Menurut Khedroob Thondup, mantan asisten pribadi Dalai Lama, janji Jiang itu sulit dipertahankan di era kepemimpinan China saat ini di bawah Presiden Xi Jinping.

Dia menilai arah kebijakan Xi menunjukkan pergeseran mendasar dari narasi "kebangkitan damai" menuju strategi yang lebih menekankan deterensi nuklir dan proyeksi kekuatan militer.

Perubahan itu tidak hanya terlihat dari retorika politik, tetapi juga dari modernisasi militer China dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Thondup, seperti dikutip dari European Times, Minggu (28/6/2026).

Dari Integrasi ke Proyeksi Kekuatan


Thondup menilai era Jiang Zemin ditandai oleh upaya mengintegrasikan China ke dalam tatanan internasional.

Saat itu, Beijing lebih memprioritaskan pertumbuhan ekonomi, hubungan dagang, dan diplomasi dibandingkan konfrontasi terbuka.

Pidato Jiang di Jepang pada 1998, menurutnya, menjadi bagian dari strategi tersebut. Kunjungan itu juga menghasilkan Deklarasi Bersama Jepang-China tentang Kemitraan Persahabatan dan Kerja Sama bagi Perdamaian dan Pembangunan, yang bertujuan meredakan ketegangan terkait sejarah perang dan isu Taiwan.

Dalam bidang pertahanan, lanjut Thondup, China ketika itu masih mempertahankan doktrin nuklir yang relatif terbatas dengan prinsip "minimum deterrence" serta kebijakan "no first use", yakni tidak menggunakan senjata nuklir sebagai serangan pertama.

Namun, menurutnya, pendekatan tersebut berubah di bawah kepemimpinan Xi Jinping.

Modernisasi Nuklir


Thondup menyoroti peningkatan pesat kemampuan nuklir China dalam beberapa tahun terakhir.

Dia mengutip penilaian pemerintah Amerika Serikat yang menyebut jumlah hulu ledak nuklir operasional China meningkat dari kisaran sedikit di atas 200 unit pada 2020 menjadi lebih dari 600 saat ini. Washington juga memperkirakan jumlah tersebut dapat melampaui 1.000 hulu ledak pada 2030.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Houthi Akan Tutup Selat...
Houthi Akan Tutup Selat Bab el-Mandeb Jika AS Serang Fasilitas Energi Iran
Kerap Cekcok, PM Spanyol...
Kerap Cekcok, PM Spanyol Sanchez dan Trump Bakal Hadiri Final Piala Dunia
Rekomendasi
Beda Jagoan Final Piala...
Beda Jagoan Final Piala Dunia dengan Gus Muhaimin, Bang Jamil: Persaudaraan Tetap Nomor Satu
Kuasa Hukum Ungkap Hubungan...
Kuasa Hukum Ungkap Hubungan Don Ritto-Febrie Adriansyah: Satu Kampung
Messi, Yamal, dan Takdir...
Messi, Yamal, dan Takdir Angka 19
Berita Terkini
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved