3 Negara yang Kelabakan dengan Keruntuhan Rezim Assad di Suriah, Nomor 2 Pemilik Senjata Nuklir

Selasa, 17 Desember 2024 - 19:15 WIB
loading...
A A A
Koridor darat yang digunakannya untuk mempersenjatai Hizbullah dan memproyeksikan pengaruhnya di Lebanon serta seluruh Levant telah terputus.

Alhasil, kekuatan regionalnya semakin berkurang. Belum lagi, ada ancaman dari Israel yang sedang berusaha menguasai perbatasan dengan Suriah untuk meminimalisir serangan Hizbullah ke wilayahnya.

2. Rusia


Hubungan Rusia dan Suriah setidaknya sudah terjalin sejak masih berdirinya Uni Soviet. Saat negara-negara Arab lainnya seperti Mesir mulai menjauh dari orbit Soviet pada 1970-an, rezim Hafez al-Assad di Damaskus tetap menjadi sekutu setia.

Kemesraan Rusia dan Suriah masih berlanjut hingga era Vladimir Putin dan Bashar al-Assad berkuasa di masing-masing negara.

Moskow bahkan membuat peran penting pada perang saudara di Damaskus beberapa tahun lalu yang akhirnya memperlama kekuasaan rezim Assad.

Jatuhnya rezim Assad di Suriah cukup berpengaruh bagi Rusia. Terlebih, Moskow selama ini menganggap pertempuran di Damaskus sebagai bagian dari konfliknya dengan "imperialisme Barat".

Suriah adalah sekutu berharga Rusia di Timur Tengah. Keberadaannya telah menjadi kekuatan tersendiri yang ikut memberikan pengaruh dalam urusan regional di sana, khususnya dalam penyebaran kepentingan negara Barat.

Setelah Assad jatuh, Moskow mungkin masih bisa mempertahankan pangkalan udaranya di Hmeimim dan pangkalan lautnya di Tartous. Akan tetapi, kehadirannya yang berkelanjutan di Suriah tidak dapat dipertahankan.

Keterlibatan negara pemilik hulu ledak nuklir terbanyak di dunia ini juga akan melemah di kawasan Timur Tengah.

Padahal, selama ini mereka memanfaatkan Suriah sebagai cara untuk mengimbangi pengaruh Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
PM Belanda Rob Jetten...
PM Belanda Rob Jetten Minta Maaf kepada Tentara Maluku
Rekomendasi
Messi Menyala! Argentina...
Messi Menyala! Argentina Tundukkan Austria 2-0
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
Istana Sebut Konser...
Istana Sebut Konser EXO di Indonesia Jadi Bukti Kepercayaan Dunia Masih Kuat
Berita Terkini
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved