Jam-jam Terakhir Kekuasaan Assad: Penipuan, Keputusasaan, dan Pelarian

Senin, 16 Desember 2024 - 04:40 WIB
loading...
A A A
Dia terbang ke pangkalan udara Hmeimim milik Rusia di kota pesisir Latakia, Suriah, dan kemudian ke Moskow.

Keluarga dekat Assad, istri Asma, dan ketiga anak mereka sudah menunggunya di ibu kota Rusia, menurut tiga mantan ajudan dekat dan seorang pejabat senior regional.

Video rumah Assad, yang diambil oleh pemberontak dan warga yang memadati kompleks kepresidenan setelah pelariannya dan diunggah di media sosial, menunjukkan bahwa ia keluar dengan tergesa-gesa, memperlihatkan makanan yang dimasak tertinggal di atas kompor dan beberapa barang pribadi yang tertinggal, seperti album foto keluarga.

5. Tidak Ada Upaya Penyelamatan Militer dari Rusia dan Iran

Tidak akan ada penyelamatan militer dari Rusia, yang intervensinya pada tahun 2015 telah membantu membalikkan keadaan perang saudara demi kepentingan Assad, atau dari sekutu setianya lainnya, Iran.

Hal ini telah dijelaskan dengan jelas kepada pemimpin Suriah tersebut pada hari-hari menjelang kepergiannya, ketika ia mencari bantuan dari berbagai pihak dalam upaya putus asa untuk mempertahankan kekuasaan dan mengamankan keselamatannya, menurut orang-orang yang diwawancarai oleh Reuters.

Assad mengunjungi Moskow pada tanggal 28 November, sehari setelah pasukan pemberontak Suriah memasuki provinsi utara Aleppo dan menyerbu seluruh negeri, tetapi permohonannya untuk intervensi militer tidak digubris oleh Kremlin, yang tidak bersedia campur tangan, kata tiga diplomat regional.

6. Assad Menyakinkan Komandannya bahwa Bantuan Rusia Segera Datang, tapi Bohong

Hadi al-Bahra, kepala oposisi utama Suriah di luar negeri, mengatakan bahwa Assad tidak menyampaikan realitas situasi kepada para pembantunya di dalam negeri, mengutip sumber dalam lingkaran dekat Assad dan seorang pejabat regional.

"Dia memberi tahu komandan dan rekannya setelah perjalanannya ke Moskow bahwa dukungan militer akan datang," Bahra menambahkan. "Dia berbohong kepada mereka. Pesan yang diterimanya dari Moskow bersifat negatif."

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan pada hari Rabu bahwa Rusia telah menghabiskan banyak upaya dalam membantu menstabilkan Suriah di masa lalu tetapi prioritasnya sekarang adalah konflik di Ukraina.

7. Assad Tak Meminta Iran Mengerahkan Pasukannya ke Suriah

Empat hari setelah perjalanan itu, pada tanggal 2 Desember, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi bertemu dengan Assad di Damaskus. Pada saat itu, para pemberontak dari kelompok Islam Hayat Tahrir al-Sham (HTS) telah menguasai kota terbesar kedua di Suriah, Aleppo, dan bergerak ke selatan saat pasukan pemerintah runtuh.

Assad tampak tertekan selama pertemuan itu dan mengakui bahwa pasukannya terlalu lemah untuk melakukan perlawanan yang efektif, kata seorang diplomat senior Iran kepada Reuters.

Namun, Assad tidak pernah meminta Teheran untuk mengerahkan pasukan di Suriah, menurut dua pejabat senior Iran yang mengatakan bahwa ia memahami bahwa Israel dapat menggunakan intervensi semacam itu sebagai alasan untuk menargetkan pasukan Iran di Suriah atau bahkan Iran sendiri.

Kremlin dan Kementerian Luar Negeri Rusia menolak berkomentar mengenai artikel ini, sementara Kementerian Luar Negeri Iran tidak dapat dihubungi untuk saat ini.

8. Awalnya Mencari Perlindungan di Uni Emirat Arab, tapi Ditolak

Setelah kehabisan pilihan, Assad akhirnya menerima keniscayaan kehancurannya dan memutuskan untuk meninggalkan negara itu, mengakhiri pemerintahan dinasti keluarganya, yang dimulai sejak tahun 1971.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ledakan Bom Guncang...
Ledakan Bom Guncang Kafe di Ibu Kota Suriah, 9 Orang Tewas, Mayat-mayat Tergeletak
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
Kepala FSB Rusia: Barat...
Kepala FSB Rusia: Barat akan Kerahkan ISIS Suriah dalam Perang Melawan Iran
Seluruh Tentara AS Hengkang...
Seluruh Tentara AS Hengkang setelah 10 Tahun Bercokol di Suriah
AS Tarik 1.000 Pasukannya...
AS Tarik 1.000 Pasukannya dari Suriah
ISIS Berupaya Bunuh...
ISIS Berupaya Bunuh Presiden Suriah al-Sharaa, 5 Kali Gagal
Kaleidoskop 2025: 13...
Kaleidoskop 2025: 13 Negara yang Terlibat Perang
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Kecam Netanyahu, Mantan...
Kecam Netanyahu, Mantan Kepala Staf IDF: Dia Bikin Israel Kehilangan Arah!
Rekomendasi
Koops TNI Habema Evakuasi...
Koops TNI Habema Evakuasi Jenazah Pilot PT AMA Air Korban Penembakan di Yahukimo
Gempa M6,2 Guncang Pulau...
Gempa M6,2 Guncang Pulau Doi Maluku, BMKG: Waspada Gempa Susulan
1 Polisi Gugur dan 2...
1 Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Residivis Narkoba, Bareskrim Buru Bandar
Berita Terkini
Ketika Uang Negara Rp35.914...
Ketika Uang Negara Rp35.914 Triliun Lenyap Dikorupsi sejak 2003
Mojtaba Disebut Tak...
Mojtaba Disebut Tak Akan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Ini Alasannya
Komika Turki Ditangkap...
Komika Turki Ditangkap atas Tuduhan Menghina Islam dan Erdogan
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
Ledakan Bom Guncang...
Ledakan Bom Guncang Kafe di Ibu Kota Suriah, 9 Orang Tewas, Mayat-mayat Tergeletak
Islam Melarang Pembalseman,...
Islam Melarang Pembalseman, Bagaimana Iran Mangawetkan Jenazah Khamenei sejak Februari?
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved