Iran Percepat Pengayaan Uranium hingga Mendekati Tingkat Bom Nuklir

Sabtu, 07 Desember 2024 - 12:13 WIB
loading...
A A A
"Meningkatkan kapasitas untuk bergerak lebih cepat ke uranium tingkat senjata yang setara dengan beberapa bom meningkatkan risiko salah perhitungan dan tindakan militer," ungkap dia.

Setelah menarik Amerika Serikat (AS) dari kesepakatan nuklir 2015 antara Teheran dan negara-negara besar dunia, Trump mengejar kebijakan "tekanan maksimum" yang berupaya menghancurkan ekonomi Iran.

Dia menempatkan pejabat pemerintah yang direncanakannya dengan orang-orang yang agresif terhadap Iran.

Grossi mengatakan bulan lalu Teheran telah menerima "permintaan" untuk membatasi stok uranium yang diperkaya hingga 60% untuk meredakan ketegangan diplomatik.

Para diplomat mengatakan, saat itu, bahwa langkah Teheran merupakan syarat untuk Dewan Gubernur IAEA yang beranggotakan 35 negara agar tidak mengeluarkan resolusi terhadap Iran atas kerja sama yang tidak memadai dengan badan tersebut, yang kemudian dilakukan Dewan.

"Kami tidak memiliki proses diplomatik yang sedang berlangsung yang dapat mengarah pada de-eskalasi, atau persamaan yang lebih stabil terkait Iran. Ini sangat disesalkan," ujar Grossi.

E3 mengatakan mereka ingin menghidupkan kembali perundingan sebelum kesepakatan 2015 berakhir pada Oktober 2025.

Kesepakatan tersebut mencabut sanksi terhadap Iran sebagai imbalan atas pembatasan aktivitas atom Iran. Sejak Trump meninggalkan kesepakatan tersebut, Iran telah meninggalkan pembatasan tersebut.

Baca juga: Kesepakatan Keamanan Baru akan Tempatkan Rudal Oreshnik Rusia di Belarusia
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Mayat Ditemukan Dekat...
Mayat Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Teror atau Kebetulan?
Laporan SIPRI: India...
Laporan SIPRI: India untuk Pertama Kalinya Kerahkan Senjata Berhulu Ledak Nuklir
Erdogan: Israel Makin...
Erdogan: Israel Makin Berani karena Dunia Bungkam
Rekomendasi
Benarkah Muharram atau...
Benarkah Muharram atau Suro Bulan Keramat? Begini Pandangan Islam
Australia Tumbangkan...
Australia Tumbangkan Turki 2-0, Socceroos Kirim Ancaman di Piala Dunia 2026
Pemerintah Evaluasi...
Pemerintah Evaluasi Program Prioritas, Bakom RI: Waspadai Disinformasi
Berita Terkini
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved