Iran Percepat Pengayaan Uranium hingga Mendekati Tingkat Bom Nuklir

Sabtu, 07 Desember 2024 - 12:13 WIB
loading...
A A A
Material yang dimasukkan sekarang telah diperkaya hingga kemurnian 20%, mempercepat proses mencapai 60%.

Perubahan itu berarti Iran akan "secara signifikan" meningkatkan jumlah uranium yang diperkayanya hingga 60% kemurnian, mencapai lebih dari 34 kg per bulan di Fordow saja, kata laporan itu.

Iran juga memperkaya uranium hingga 60% di lokasi lain, Natanz.

Laporan itu mengatakan Iran harus, sebagai masalah yang mendesak, memfasilitasi langkah-langkah pengamanan yang lebih ketat, seperti inspeksi, untuk memastikan Fordow tidak "disalahgunakan untuk memproduksi uranium dengan tingkat pengayaan yang lebih tinggi daripada yang dinyatakan oleh Iran, dan tidak ada pengalihan bahan nuklir yang dinyatakan."

Pejabat Eropa dan Iran pekan lalu membuat sedikit kemajuan dalam pertemuan tentang apakah mereka dapat memasuki pembicaraan serius tentang program nuklir sebelum Donald Trump kembali ke Gedung Putih pada bulan Januari.

Teheran marah dengan resolusi bulan lalu yang diajukan Inggris, Jerman dan Prancis, yang dikenal sebagai E3, dan Amerika Serikat (AS) yang menyalahkan kerja sama Iran dengan IAEA.

"Ini adalah langkah eskalasi serius oleh Iran, yang sangat kami kutuk," ujar seorang sumber Kementerian Luar Negeri Jerman tentang Iran yang mempercepat pengayaan uranium hingga kemurnian 60%.

Dia menyatakan, "Jelas tindakan seperti itu secara signifikan memperburuk kerangka kerja upaya diplomatik."

Kelsey Davenport, Direktur kebijakan nonproliferasi di kelompok advokasi Arms Control Association di Washington, mengatakan percepatan Iran di Fordow adalah "eskalasi yang berbahaya dan gegabah yang berisiko menggagalkan prospek negosiasi dengan Amerika Serikat."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
5 Alasan Pemakaman Ayatollah...
5 Alasan Pemakaman Ayatollah Khamenei Ditunda 4 Bulan, Memperkuat Persatuan dan Revolusioner Iran
Lebih dari 5.000 Sekolah...
Lebih dari 5.000 Sekolah Buka Pintu bagi Para Peziarah Pemakaman Khamenei
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Akankah Pemimpin Tertinggi...
Akankah Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Hadiri Pemakaman Ayahnya?
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Meningkat Menjadi 1.943 Orang, 10.571 Terluka
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Eropa, Warga Prancis Berebut AC Murah hingga Rusuh
Rekomendasi
Sucofindo Dukung Inisiatif...
Sucofindo Dukung Inisiatif ABPEDNAS melalui Program Srikandi Jaga Desa
Menteri LH Jumhur Hidayat...
Menteri LH Jumhur Hidayat Berharap Ada Moratorium Penebangan Hutan
Mengenali Kondisi Kulit...
Mengenali Kondisi Kulit Kini Bisa Dimulai dari Foto Selfie
Berita Terkini
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
5 Alasan Pemakaman Ayatollah...
5 Alasan Pemakaman Ayatollah Khamenei Ditunda 4 Bulan, Memperkuat Persatuan dan Revolusioner Iran
Lebih dari 5.000 Sekolah...
Lebih dari 5.000 Sekolah Buka Pintu bagi Para Peziarah Pemakaman Khamenei
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved