Netanyahu Ungkap 3 Syarat Kesepakatan dengan Hizbullah di Lebanon

Rabu, 20 November 2024 - 00:01 WIB
loading...
Netanyahu Ungkap 3 Syarat...
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto/anadolu
A A A
TEL AVIV - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menguraikan tiga syarat untuk kesepakatan dengan kelompok Lebanon, Hizbullah.

Berbicara kepada Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Knesset, Netanyahu menyerukan agar Hizbullah dijauhkan dari perbatasan utara Israel, penutupan jalur pasokannya dari Suriah dan pemberian kebebasan kepada Israel untuk bertindak di Lebanon selatan.

Netanyahu membingkai konflik yang sedang berlangsung sebagai konflik yang dilancarkan di "tujuh front" yakni Gaza, Tepi Barat, Lebanon, Yaman, Iran, Irak dan Suriah, semuanya berasal dari Iran, seperti yang dikatakannya.

Amerika Serikat (AS), sekutu utama Israel, menjadi penengah antara Tel Aviv dan Beirut untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata guna mengakhiri lebih dari setahun serangan antara Hizbullah dan Israel.

Menurut penyiar publik Israel, KAN, Utusan AS Amos Hochstein akan tiba di Beirut pada hari Selasa (19/11/2024) untuk menerima tanggapan Lebanon atas usulan gencatan senjata AS.

Hochstein juga diperkirakan akan melakukan perjalanan ke Israel pada hari Rabu.

Israel menginginkan perjanjian apa pun yang mengizinkan militernya untuk menyerang apa yang dianggapnya sebagai pelanggaran terhadap ketentuan gencatan senjata, suatu syarat yang ditolak Lebanon.

Pekan lalu, Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri mengonfirmasi Beirut telah menerima usulan AS untuk gencatan senjata dengan Israel.

Namun, dia membantah usulan tersebut "mencakup segala jenis kebebasan bergerak bagi tentara Israel di Lebanon," suatu syarat yang dia gambarkan sebagai "tidak dapat diterima" dan tidak dapat dinegosiasikan.

Dia menegaskan kembali penolakan Lebanon untuk berkompromi atas kedaulatannya.

Israel melancarkan kampanye udara di Lebanon terhadap apa yang diklaimnya sebagai target kelompok Hizbullah pada akhir September, dalam eskalasi dari perang lintas perbatasan selama setahun atas perang Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza.

Lebih dari 3.500 orang telah tewas; hampir 15.000 orang terluka dan lebih dari 1 juta orang mengungsi akibat serangan Israel sejak Oktober lalu, menurut otoritas kesehatan Lebanon.

Tel Aviv memperluas konflik dengan meluncurkan serangan darat ke Lebanon selatan pada 1 Oktober tahun ini.

Perang Gaza


Mengenai perang Israel di Gaza, Netanyahu mengklaim kemajuan signifikan dalam mengurangi kemampuan militer Hamas.

Namun, dia mengakui kelompok Palestina itu masih mengendalikan fungsi-fungsi utama, termasuk distribusi makanan dan bantuan kemanusiaan.

Netanyahu mengatakan Israel berupaya membongkar kapasitas pemerintahan Hamas, menyerukan militer menyusun strategi guna mencegah gerakan itu mendistribusikan bantuan di Gaza.

Saat Netanyahu berpidato, keluarga sandera Israel di Gaza mengangkat foto-foto orang yang mereka cintai, yang menyebabkan mereka dikeluarkan dari aula.

Anggota oposisi menyela pidatonya, dengan beberapa di antaranya dikawal keluar dari sesi oleh Ketua Knesset, Amir Ohana, menurut harian Yedioth Ahronoth.

Mengenai kebocoran yang melibatkan kantornya, Netanyahu mengkritik kebocoran keamanan dan politik yang sedang berlangsung di Israel.

"Kita menyaksikan kebocoran dan kebohongan yang tak ada habisnya," ujar dia. "Kebocoran ini memberi Hizbullah dan Iran wawasan tentang perdebatan internal Kabinet. Saya belum pernah melihat hal seperti ini dalam sejarah perang," papar dia, sambil menyerukan penyelidikan atas kebocoran ini.

Baca juga: Menteri Keuangan Israel Serukan Pendudukan Penuh di Gaza Utara
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Pengadilan Kriminal...
Pengadilan Kriminal Internasional Bekukan Uang Eks Presiden Filipina Duterte
Rekomendasi
Danone Indonesia Dorong...
Danone Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Percepat Praktik Bisnis Berkelanjutan
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Kenangan Pahit 2002 Hantui La Albirroja
Berita Terkini
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved