Mempertanyakan Legasi Shinzo Abe
Senin, 31 Agustus 2020 - 08:35 WIB
loading...
A
A
A
Dua kali berkunjung ke rumah sakit dalam sepekan menimbulkan berbagai pertanyaan apakah kesehatan Abe menurun. Jika tak mengundurkan diri, sejatinya dia menjabat sampai September 2021. (Baca juga: Pertnayakan BLT, Warga Aceh Utara Luka Parah Dibacok Kepala Desa)
Abe tak mengungkap tujuan kunjungannya ke rumah sakit, namun satu lawatan dilaporkan mencapai hampir delapan jam. Para petinggi Partai Liberal Demokratik (LDP) sebelumnya telah menepis spekulasi bahwa Abe akan mundur, seraya menegaskan kesehatan sang perdana menteri dalam kondisi baik. Selasa (25/8), stafnya mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa dia berpikir Abe akan memenuhi masa jabatannya.
Para ahli menilai alasan kesehatan akan menjadi jalan yang agung bagi Abe untuk meninggalkan kantor perdana menteri. Tahun ini Jepang telah dilanda wabah virus korona. Selain banyak acara pameran dan olahraga berskala internasional yang dibatalkan atau ditunda, roda ekonomi Jepang juga turut macet. Tantangan ini akan kian berat bagi Abe jika kondisi kesehatannya terus minus.
Meski demikian, kubu oposisi juga tak pernah berhenti memberikan tekanan dan kritikan. Mereka menilai tindakan pemerintah sangat lambat dalam menanggulangi Covid-19. Berdasarkan jajak pendapat Nikkei TV pada Mei, sebanyak 55% responden mengaku tidak setuju dan tidak puas dengan langkah penanggulangan Covid-19 di Jepang. Tapi, menurut NHK, sebanyak 58% responden senang dengan program Abe.
Para pendukung Abe mengatakan pergantian PM saat ini tidak diperlukan, kecuali sudah darurat. Menurut mereka, program yang dirumuskan Abe perlu dilanjutkan agar tidak terjadi kekacauan dan kebingungan di tengah masyarakat yang sedang menghadapi krisis ekonomi dan kesehatan. Kepemimpinan Abe diperlukan dalam situasi saat ini. (Baca juga: Begini Cara Mencegah Kanker Usus)
Jepang telah merawat sebanyak 63.822 pasien Covid-19 dengan korban tewas mencapai 1.209 orang. Angka itu masih relatif rendah di negara-negara maju lainnya. Meski demikian, pertumbuhan ekonomi Jepang terhambat, bahkan menurun sebesar 27,8% pada kuartal kedua (Q2). Penurunan sebesar itu tidak pernah terjadi sejak 1945.
Abe tak mengungkap tujuan kunjungannya ke rumah sakit, namun satu lawatan dilaporkan mencapai hampir delapan jam. Para petinggi Partai Liberal Demokratik (LDP) sebelumnya telah menepis spekulasi bahwa Abe akan mundur, seraya menegaskan kesehatan sang perdana menteri dalam kondisi baik. Selasa (25/8), stafnya mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa dia berpikir Abe akan memenuhi masa jabatannya.
Para ahli menilai alasan kesehatan akan menjadi jalan yang agung bagi Abe untuk meninggalkan kantor perdana menteri. Tahun ini Jepang telah dilanda wabah virus korona. Selain banyak acara pameran dan olahraga berskala internasional yang dibatalkan atau ditunda, roda ekonomi Jepang juga turut macet. Tantangan ini akan kian berat bagi Abe jika kondisi kesehatannya terus minus.
Meski demikian, kubu oposisi juga tak pernah berhenti memberikan tekanan dan kritikan. Mereka menilai tindakan pemerintah sangat lambat dalam menanggulangi Covid-19. Berdasarkan jajak pendapat Nikkei TV pada Mei, sebanyak 55% responden mengaku tidak setuju dan tidak puas dengan langkah penanggulangan Covid-19 di Jepang. Tapi, menurut NHK, sebanyak 58% responden senang dengan program Abe.
Para pendukung Abe mengatakan pergantian PM saat ini tidak diperlukan, kecuali sudah darurat. Menurut mereka, program yang dirumuskan Abe perlu dilanjutkan agar tidak terjadi kekacauan dan kebingungan di tengah masyarakat yang sedang menghadapi krisis ekonomi dan kesehatan. Kepemimpinan Abe diperlukan dalam situasi saat ini. (Baca juga: Begini Cara Mencegah Kanker Usus)
Jepang telah merawat sebanyak 63.822 pasien Covid-19 dengan korban tewas mencapai 1.209 orang. Angka itu masih relatif rendah di negara-negara maju lainnya. Meski demikian, pertumbuhan ekonomi Jepang terhambat, bahkan menurun sebesar 27,8% pada kuartal kedua (Q2). Penurunan sebesar itu tidak pernah terjadi sejak 1945.
Lihat Juga :