alexametrics

Kekuasaan Bos Mafia Narkoba El Chapo Pernah Sekuat Presiden Meksiko

loading...
Kekuasaan Bos Mafia Narkoba El Chapo Pernah Sekuat Presiden Meksiko
Pemimpin kartel narkoba Sinaloa, Joaquin 'El Chapo' Guzman, saat ditangkap pasukan keamanan Meksiko. Foto/REUTERS
A+ A-
MEXICO CITY - Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador menyatakan hari-hari kolusi antara kejahatan dan pemerintah sudah berakhir. Dalam pidatonya, dia mengatakan bahwa kekuasaan pentolan mafia narkoba Joaquin "El Chapo" Guzman pernah sama kuatnya dengan presiden negara itu.

Obrador, yang menjabat presiden pada Desember 2018, naik ke tampuk kekuasaan dengan janji akan membasmi korupsi di Meksiko. Dia memuji kemajuan kinerja pemerintahannya untuk mencapai tujuan itu dalam pidatonya di Malam Tahun Baru di Palenque, Meksiko selatan.

"Ada suatu masa ketika Guzman Loera sekuat, atau memiliki pengaruh, yang dimiliki presiden pada waktu itu," kata Lopez Obrador. "Itu membuatnya sulit untuk menghukum mereka yang telah melakukan kejahatan. Itu sekarang sejarah," katanya lagi, seperti dikutip Reuters, Kamis (2/1/2020).



Bulan lalu, Genaro Garcia Luna, mantan pejabat pemerintah Meksiko yang bertanggung jawab atas keamanan publik, didakwa di Amerika Serikat menerima uang suap jutaan dolar dari kartel narkoba Sinaloa yang pernah dijalankan oleh Guzman.

Lopez Obrador mengatakan Meksiko tidak akan menyelidiki mantan Presiden Felipe Calderon, yang memimpin negara itu saat itu. Namun dia menambahkan pemerintah Meksiko akan bekerja sama dengan otoritas Amerika Serikat (AS) dalam penyelidikan terhadap Garcia Luna, yang pindah ke Amerika Serikat pada 2012.

Guzman dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tahun lalu tanpa pembebasan bersyarat dan dipindahkan ke fasilitas keamanan tinggi di Colorado. Dia dinyatakan bersalah di pengadilan AS atas penyelundupan narkoba berton-ton ke Amerika Serikat selama karier-nya sebagai bos mafia narkoba selama puluhan tahun.

Dia menjadi legenda di dunia kejahatan narkoba karena melarikan diri dari penjara keamanan tinggi Meksiko dua kali dan menghindari perburuan besar-besaran. Selama dalam pelarian, dia telah mencitrakan diri sebagai "Robin Hood" di antara orang-orang miskin di Sinaloa.

Lopez Obrador mengakui dalam pidatonya pada hari Selasa bahwa pemerintahnya memiliki pekerjaan yang harus dilakukan, terutama dalam mengekang kekerasan yang merajalela. Namun, dia menggambarkan upaya anti-korupsi yang dijalankan pemerintahannya sebagai titik kebanggaan.

"Kami memurnikan kehidupan publik sehingga ada otoritas moral," kata Lopez Obrador.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak