3 Alasan Israel Mengalami Kekalahan Perang di Lebanon dan Gaza

Rabu, 30 Oktober 2024 - 17:21 WIB
loading...
3 Alasan Israel Mengalami...
Israel mengalami kekalahan yang cukup parah di Lebanon dan Gaza. Foto/X/@IDF
A A A
GAZA - Lebih dari setahun dalam perang Gaza, pasukan cadangan tentara Israel kelelahan dan berjuang untuk merekrut tentara saat membuka front baru di Lebanon. Itu menjadi alasan kekalahan Israel dalam perang di Lebanon dan Gaza.

Sekitar 300.000 prajurit cadangan telah dipanggil sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, menurut tentara, 18 persen dari mereka adalah pria berusia di atas 40 tahun yang seharusnya dikecualikan.

Dinas militer wajib dilakukan sejak usia 18 tahun bagi pria dan wanita Israel, meskipun ada beberapa pengecualian.

Israel melancarkan perang multi-front melawan Hamas di Gaza dan kelompok militan yang didukung Iran, Hizbullah, di Lebanon.

3 Alasan Israel Mengalami Kekalahan Perang di Lebanon dan Gaza

1. Makin Banyak Tentara Israel Tewas Dibantai Hamas dan Hizbullah

Sejak militer melancarkan serangan darat di Gaza pada 27 Oktober tahun lalu, telah kehilangan 367 tentara dalam operasi tersebut, sementara 37 orang tewas di Lebanon sejak Israel memulai operasi darat di sana pada 30 September.

Periode tugas cadangan telah diperpanjang, dan beberapa prajurit cadangan mengeluh bahwa mereka tidak dapat melanjutkan kehidupan normal mereka hingga enam bulan berturut-turut.

"Kami tenggelam," kata prajurit cadangan Ariel Seri-Levy dalam unggahan media sosial yang dibagikan ribuan kali.

Ia mengatakan bahwa ia telah dipanggil empat kali sejak serangan 7 Oktober 2023, dan menyerukan kepada mereka yang menginginkan Israel untuk "tetap berada di Lebanon dan Gaza".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Kozo Okamoto?...
Siapa Kozo Okamoto? Militan Tentara Merah Jepang yang Mengaku Berjuang untuk Palestina
Teror Israel di Tepi...
Teror Israel di Tepi Barat Makin Mencekam, Mesir dan Spanyol Marah Besar!
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
MUI Tegaskan Dukung...
MUI Tegaskan Dukung Kemerdekaan Palestina: Kita Menolak Terhadap Genosida dan Islamophobia
AS Kekurangan Stok Rudal,...
AS Kekurangan Stok Rudal, Trump Tunda Serangan Besar-besaran Terhadap Iran
Wow, Jepang Akan Uji...
Wow, Jepang Akan Uji Coba Penambangan Mineral Tanah Jarang 6 Km di Bawah Laut
Rekomendasi
Bea Cukai Kediri Gagalkan...
Bea Cukai Kediri Gagalkan Peredaran Rokok Ilegal Senilai Rp4,7 Miliar selama Juni 2026
KPK: Febrie Adriansyah...
KPK: Febrie Adriansyah Kenakan Rompi Tahanan saat Registrasi
Meghan Markle Kaget...
Meghan Markle Kaget Dapat Video Call Pangeran Harry saat Jadi Juri MasterChef Australia
Berita Terkini
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
Mata-matai Para Pemimpin...
Mata-matai Para Pemimpin Rusia, Swedia Dirikan Biro Intelijen seperti MI6
Menghilang 27 Tahun,...
'Menghilang' 27 Tahun, Kapal Perang Nuklir 28.000 Ton Rusia Bersiap untuk Tempur Lagi
Komandan CENTCOM Klaim...
Komandan CENTCOM Klaim Serangan AS di sekitar Hormuz Tidak Efektif, kecuali Perang Besar-besaran
Penembakan Massal Guncang...
Penembakan Massal Guncang Festival Makanan AS, 3 Orang Tewas, 4 Luka
Kolombia Gempar, Wanita...
Kolombia Gempar, Wanita Hamil 8 Bulan Dibunuh dan Si Bayi Diculik dari Rahimnya
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved