3 Alasan Israel Mengalami Kekalahan Perang di Lebanon dan Gaza

Rabu, 30 Oktober 2024 - 17:21 WIB
loading...
A A A
"Kita harus mengakhiri perang ini karena kita kehabisan prajurit," katanya, seraya menambahkan bahwa meskipun ia masih percaya pada pengabdian pada negara, "konsesi yang diberikan sudah terlalu besar".

Seorang anggota cadangan dan ayah dua anak lainnya mengatakan kepada AFP dengan syarat anonim bahwa "kelelahan dan kelelahan moral ditambah dengan fakta bahwa saya kehilangan pekerjaan".

Banyak pekerja lepas yang harus menutup usaha karena perang, meskipun pemerintah menjamin pendapatan minimum bagi anggota cadangan.

"Keberhasilan kolektif masih lebih tinggi daripada pencapaian individu, tetapi biayanya terlalu besar bagi keluarga saya," kata anggota cadangan tersebut, seraya menambahkan bahwa ia menghabiskan hampir enam bulan di Gaza tahun ini.

Baca Juga: 3 Sekutu Zionis Ini Kutuk Langkah Israel Larang UNRWA

2. Kaum Ultra-Ortodoks Tidak Wajib Ikut Berperang

Perang yang sedang berlangsung telah mengobarkan perdebatan publik tentang wajib militer bagi orang Yahudi ultra-Ortodoks, yang banyak di antaranya dikecualikan dari dinas militer.

Menurut Institut Demokrasi Israel (IDI), kaum ultra-Ortodoks mencakup 14 persen dari populasi Yahudi Israel, yang mewakili sekitar 1,3 juta orang. Sekitar 66.000 dari mereka yang berusia wajib militer dikecualikan, menurut militer.

Berdasarkan aturan yang diadopsi saat Israel didirikan pada tahun 1948, yang hanya berlaku untuk 400 orang, kaum ultra-Ortodoks secara historis dikecualikan dari dinas militer jika mereka mendedikasikan diri untuk mempelajari teks-teks suci Yahudi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Spesifikasi Pesawat...
Spesifikasi Pesawat Pengebom B-52 AS yang Jatuh Tak Berbekas, Dijuluki Bongsor Jelek dan Gendut
Rekomendasi
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Pengamat Apresiasi Pendekatan...
Pengamat Apresiasi Pendekatan Humanis Polri dalam Mengawal Aksi Demonstrasi Mahasiswa
Berita Terkini
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved