Keterlaluan! Israel Hendak Larang UNRWA Beroperasi, Rakyat Palestina Bisa Kelaparan

Selasa, 29 Oktober 2024 - 09:05 WIB
loading...
Keterlaluan! Israel...
Parlemen Israel loloskan RUU yang melarang UNRWA beroperasi, sebuah langkah yang bisa menyebabkan rakyat Palestina di pengungsian menderita kelaparan. Foto/The New Arab
A A A
TEL AVIV - Parlemen Israel telah meloloskan rancangan undang-undang (RUU) yang melarang badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) bekerja di Israel dan Yerusalem Timur yang diduduki.

Langkah keterlaluan para politisi rezim Zionis itu memicu kecaman banyak pihak, termasuk negara-negara Eropa. Pelarangan operasional UNRWA bisa menyebabkan rakyat Palestina yang hiduap dalam pengungsian menderita kelaparan.

Anggota Parlemen meloloskan RUU tersebut—dengan 92 suara mendukung dan 10 suara menentang—setelah bertahun-tahun kritik keras Israel terhadap UNRWA.

Kritik tersebut semakin meningkat sejak dimulainya perang brutal Israel di Gaza menyusul serangan mematikan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Baca Juga: Daftar Lengkap Negara Anggota UNRWA, Lengkap dengan Sejarah Berdirinya

Larangan terhadap badan PBB—yang telah memberikan bantuan penting dan pendampingan di seluruh wilayah Palestina dan pengungsi Palestina di tempat lain selama lebih dari tujuh dekade—akan menjadi pukulan bagi pekerjaan kemanusiaan di Gaza jika diterapkan, menurut para pakar.

"Sangat keterlaluan bahwa negara anggota PBB berupaya membubarkan badan PBB yang juga merupakan penanggap terbesar dalam operasi kemanusiaan di Gaza," kata juru bicara UNRWA Juliette Touma kepada AFP, Selasa (29/10/2024).

Hamas mengecam RUU Israel yang melarang UNRWA bekerja di Israel dan Yerusalem Timur yang diduduki sebagai "agresi Zionis" terhadap warga Palestina.

"Kami menganggap ini bagian dari perang dan agresi Zionis terhadap rakyat kami," kata kelompok perlawanan Palestina itu dalam sebuah pernyataan.

Sekutu Hamas, Jihad Islam Palestina, menggambarkan larangan itu sebagai "eskalasi dalam genosida" terhadap warga Palestina.

Pemerintah Spanyol, Slovenia, Irlandia, dan Norwegia telah merilis pernyataan bersama yang mengecam larangan Israel atas UNRWA untuk beroperasi di wilayah Palestina yang diduduki.

"Pekerjaan badan PBB itu penting dan tak tergantikan bagi jutaan pengungsi Palestina di wilayah tersebut," bunyi pernyataan bersama mereka.

"Spanyol, Slovenia, Irlandia, dan Norwegia akan terus bekerja sama dengan negara donor dan tuan rumah untuk memastikan kelangsungan pekerjaan UNRWA dan peran kemanusiaannya," imbuh pernyataan mereka.

Sementara itu, Israel terus mengintensifkan serangannya terhadap Lebanon. Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan sedikitnya 60 orang tewas pada hari Senin dalam penggerebekan di beberapa daerah di Baalbek di Lembah Bekaa timur.

Kementerian Kesehatan mengatakan jumlah korban tewas mencakup beberapa daerah di wilayah Baalbek saat gubernurnya Bachir Khodr mengecam apa yang disebutnya sebagai penggerebekan "paling kejam" di daerah tersebut sejak perang Israel-Hizbullah pecah akhir bulan lalu.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Iran Desak Militer Negara...
Iran Desak Militer Negara Barat Angkat Kaki dari Timur Tengah: Biang Masalah!
Rekomendasi
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Mencicipi Lima Abad...
Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua
Berita Terkini
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved