Filipina Geram China Langgar Perjanjian Perihal Bentrokan di Laut China Selatan

Rabu, 02 Oktober 2024 - 16:29 WIB
loading...
A A A
Dalam insiden lain, pada 8 Agustus, dua jet tempur China terbang sangat dekat dan melepaskan tembakan suar di jalur pesawat patroli Angkatan Udara Filipina di dekat Beting Scarborough.

Jadi, walau Beijing telah menandatangani kesepakatan dengan Manila untuk Second Thomas Shoal, pasukan China memusatkan perhatian pada area lain di Laut China Selatan untuk mengancam pasukan Filipina.

Pengalaman pahit Filipina telah menghancurkan harapan bahwa negara lain dapat mengadakan pengaturan serupa dengan Beijing untuk mengelola sengketa teritorial mereka. India, tentu saja, telah mempelajari pelajaran pahit itu jauh lebih awal.

“China adalah pengganggu perdamaian internasional terbesar di Asia Tenggara,” ucap Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro Jr pada 27 Agustus di sebuah konferensi internasional di Manila yang diadakan oleh Komando Indo-Pasifik AS—lebih dari sebulan setelah Manila menandatangani kesepakatan damai dengan Beijing.

Kehadiran AS di Filipina


Filipina sebenarnya tidak terbuai dalam rasa puas diri setelah menandatangani kesepakatan dengan Beijing atas Second Thomas Shoal. Pada 30 Juli, Filipina menyetujui pendanaan militer sebesar USD500 juta dari AS untuk meningkatkan pertahanan Filipina dan kemajuan pada pakta pembagian intelijen militer yang diusulkan.

Kedua sekutu tersebut kembali mengkhawatirkan tindakan agresif China yang terus berlanjut di kawasan tersebut. Pendanaan militer akan mencakup anggaran untuk memperkuat kemampuan Angkatan Laut Filipina.

Sekitar USD125 juta akan digunakan untuk pembangunan dan perbaikan lainnya di beberapa bagian pangkalan militer Filipina yang akan diduduki pasukan AS berdasarkan Perjanjian Kerja Sama Pertahanan yang Ditingkatkan tahun 2014.

“Republik Rakyat China tidak akan berhenti dan kami juga bertekad,” kata Duta Besar Filipina untuk AS Jose Manuel Romualdez di kesempatan tersebut.

Sekarang setelah serangkaian tindakan permusuhan terbaru oleh pasukan China terhadap kapal dan pesawat Filipina di Laut China Selatan. Kepala Komando Indo-Pasifik AS Laksamana Samuel Paparo telah meyakinkan bahwa pasukan AS siap dengan “berbagai pilihan” untuk menghadapi meningkatnya tindakan agresi di Laut China Selatan, menurut laporan Navy Times.

Militer AS terbuka untuk mengawal kapal-kapal Filipina di Laut China Selatan, kata Paparo, tetapi belum mengungkapkan rincian opsi lainnya.

Beijing telah menggunakan alasan AS mengerahkan sistem rudal jarak menengah di Filipina utara untuk manuver agresif oleh Angkatan Laut China, meski Manila telah menjelaskan bahwa pengerahan tersebut bersifat sementara.

Militer AS juga telah mengatakan bahwa sistem Rudal Standar jarak menengah-6 dan Rudal Serang Darat Tomahawk telah dikerahkan sebagai bagian dari latihan tempur gabungan dengan pasukan Filipina. Sistem senjata tersebut tidak ditembakkan selama latihan dan akan diangkut keluar dari Filipina dalam waktu satu bulan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Zelensky Ajak Putin...
Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak
Rekomendasi
Boni Hargens Minta Hilangkan...
Boni Hargens Minta Hilangkan Prasangka Buruk terhadap Polri
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Garda Bangsa Dukung...
Garda Bangsa Dukung Penuh Program Pemerintahan Prabowo
Berita Terkini
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved