Erdogan Sebut Macron Mati Otak, Prancis Meradang

Sabtu, 30 November 2019 - 03:34 WIB
Erdogan Sebut Macron...
Erdogan Sebut Macron Mati Otak, Prancis Meradang
A A A
PARIS - Pemerintah Prancis akan memanggil Duta Besar (Dubes) Turki untuk meminta penjelasan terkait pernyataan Presiden Recep Tayyep Erdogan yang menyebut Presiden Emmanuel Macron mati otak.

Seorang pejabat kepresidenan Prancis mengatakan Dubes Turki itu akan dipanggil ke Kementerian Luar Negeri untuk menjelaskan "penghinaan" Erdogan. Tidak diketahui kapan pemanggilan itu akan dilakukan seperti dilansir dari AP, Sabtu (30/11/2019).

Jelang pertemuan puncak NATO minggu depan yang akan dihadiri kedua pria itu, ketegangan meningkat di sekitar operasi militer Turki di Suriah dan perannya dalam aliansi pertahanan trans-Atlantik, yang juga merupakan anggota koalisi perang melawan ISIS.

Macron, yang mengeluhkan kekosongan kepemimpinan AS, baru-baru ini menyesalkan "kematian otak" NATO dan mengatakan sekutu itu membutuhkan seruan untuk membangunkannya. Dan pada hari Kamis, ia mengulangi kritik terhadap operasi Turki di Suriah timur laut terhadap pejuang Kurdi yang sangat penting dalam perang internasional melawan ekstremis ISIS.

"Saya menghormati kepentingan keamanan sekutu kami Turki...tapi tidak ada yang bisa mengatakan bahwa kami adalah sekutu dan menuntut solidaritas, dan di sisi lain, menghadirkan sekutu dengan kaki palsu oleh intervensi militer yang membahayakan aksi koalisi melawan ISIS,” kata Macron pada pertemuan dengan Sekjen NATO, Jens Stoltenberg.

Komentar itu membuat marah kepemimpinan Turki, dan mendorong Presiden Recep Tayyip Erdogan untuk menyerang Macron.

"Anda harus diperiksa apakah Anda mati otak," cetus Erdogan.

“Menendang Turki keluar dari NATO atau tidak, bagaimana menurutmu? Apakah Anda memiliki wewenang untuk membuat keputusan seperti itu?" Erdogan bertanya, menyebut Macron "tidak berpengalaman."

Turki juga mengkritik Macron karena menyetujui pembicaraan dengan politisi Kurdi Suriah yang dianggap Ankara sebagai ekstrimis.

Pertengkaran Macron-Erdogan terjadi di tengah masalah lain di dalam NATO yang diperkirakan akan mengemuka pada KTT minggu depan di London, termasuk keluhan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa anggota NATO tidak cukup mengeluarkan uang untuk pertahanan dan perbedaan mengenai misi aliansi pasca Perang Dingin.
(ian)
Berita Terkait
Swedia Semakin Dekat...
Swedia Semakin Dekat dengan Keanggotaan NATO
Erdogan: Bergabungnya...
Erdogan: Bergabungnya Siprus ke NATO Harus Seizin Turki
Tanggapi Protes Yunani,...
Tanggapi Protes Yunani, Erdogan: Tanpa Turki, NATO Lemah
Turki Tak Terima Perdana...
Turki Tak Terima Perdana Menteri Italia Sebut Erdogan Diktator
Erdogan Tak Sudi Setujui...
Erdogan Tak Sudi Setujui Swedia dan Finlandia Gabung NATO
Diplomasi Erdogan dengan...
Diplomasi Erdogan dengan Rusia Bikin Barat Ketar-ketir
Berita Terkini
3 Alasan Mojtaba Tidak...
3 Alasan Mojtaba Tidak Menghadiri Pemakaman Ayahnya, Ada Indikasi Serangan Israel
44 menit yang lalu
Deretan Delegasi Asing...
Deretan Delegasi Asing yang Hadiri Pemakaman Khamenei, Salah Satunya Musuh Bebuyutan Iran
3 jam yang lalu
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
6 jam yang lalu
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
7 jam yang lalu
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
8 jam yang lalu
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
9 jam yang lalu
Infografis
Profil Emmanuel Macron,...
Profil Emmanuel Macron, Presiden Prancis yang Takut pada Istrinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved