Turki Tak Terima Perdana Menteri Italia Sebut Erdogan Diktator

loading...
Turki Tak Terima Perdana Menteri Italia Sebut Erdogan Diktator
Presiden Turki Tayyip Erdogan. Foto/REUTERS
ANKARA - Presiden Turki Tayyip Erdogan menuduh Perdana Menteri (PM) Italia Mario Draghi berperilaku kurang ajar dan tidak hormat setelah dia menyebut pemimpin Turki itu sebagai "diktator".

Pekan lalu, Draghi mengatakan Erdogan telah mempermalukan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen selama kunjungannya ke Ankara dan bahwa penting untuk berterus terang kepada "diktator".

Pernyataan Draghi itu mengundang kecaman dari Ankara.

Baca juga: Pertama di Dunia, Denmark Setop Penggunaan Vaksin COVID-19 AstraZeneca

Dalam komentar publik pertama tentang masalah ini, Erdogan mengatakan di Ankara bahwa Draghi telah merusak hubungan antara Turki dan Italia.



Baca juga: Kelinci Terbesar di Dunia Dicuri, Polisi Inggris Buru Para Pelaku

Erdogan mengatakan Perdana Menteri Italia itu tidak memiliki legitimasi demokratis untuk membuat kritik semacam itu.

Baca juga: Menlu Iran: Sanksi dan Sabotase Tak Akan Paksa Kami Bernegosiasi

"Pernyataan yang dibuat oleh perdana menteri Italia adalah sangat tidak sopan dan tidak hormat," ujar Erdogan.

"Di saat kami berharap hubungan Turki-Italia bisa mencapai titik yang baik, dengan membuat pernyataan ini, pria bernama Draghi ini sayangnya telah merusak hubungan di antara kita," papar dia.



“Anda sampai di sana dengan ditunjuk, Anda tidak terpilih (lewat pemilu). Agar Anda dapat membuat pernyataan seperti itu tentang Tayyip Erdogan, Anda harus terlebih dahulu mengetahui sejarah Anda sendiri. Tetapi, kami melihat bahwa Anda tidak demikian,” tutur Erdogan, dengan merujuk pada diktator fasis Italia Benito Mussolini.

Draghi adalah mantan presiden Bank Sentral Eropa yang tidak menjadi PM melalui pemilu tetapi direkrut oleh presiden Italia pada Februari untuk memimpin pemerintahan baru setelah koalisi sebelumnya runtuh di tengah pertikaian partai.

Von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Charles Michel bertemu Erdogan di Ankara pekan lalu dan menyampaikan keprihatinan Uni Eropa tentang catatan Turki terkait hak asasi manusia (HAM).
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top