alexametrics

Abaikan Tekanan AS, Korsel Akhiri Pakta Intelijen dengan Jepang

loading...
Abaikan Tekanan AS, Korsel Akhiri Pakta Intelijen dengan Jepang
Polisi berdiri dekat bendera Jepang dan Korsel di Tokyo, Jepang. Foto/REUTERS/Toru Hanai
A+ A-
SEOUL - Korea Selatan (Korsel) akan menghentikan pakta intelijen dengan Jepang pada Sabtu (23/11) di tengah perselisihan kedua negara dalam isu perdagangan dan sejarah masa perang.Tindakan Korsel ini mengabaikan tekanan Amerika Serikat (AS) agar kedua negara tetangga itu mempertahankan elemen penting kerja sama keamanan tiga pihak.
Berakhirnya Kesepakatan Informasi Militer Keamanan Umum (GSOMIA) itu meningkatkan perselisihan antara Korsel dan Jepang. Di sisi lain, AS ingin dua aliansinya itu tetap mempertahankan kerja sama keamanan.

Seoul telah memberi pemberitahuan pada Jepang sejak Agustus untuk menghentikan GSOMIA setelah Tokyo menerapkan kontrol ekspor pada Korsel akibat perselisihan terkait era penjajahan Jepang di Korea pada 1910-1945.

GSOMIA akan berakhir pada Sabtu (23/11) dini hari kecuali kesepakatan itu diperbarui. Kedua pihak menolak membahas kesepakatan baru dan Seoul mendesak Tokyo segera mencabut regulasi dagangnya terlebih dulu. Jepang meminta GSOMIA tetap dipertahankan.



"Hingga ada perubahan pada sikap Jepang, posisi kami adalah kami tidak akan mempertimbangkan ulang," ungkap Menteri Luar Negeri (Menlu) Korsel Kang Kyung-wha di parlemen pada Kamis (21/11).

Menteri Pertahanan (Menhan) Jepang Taro Kono menyatakan berakhirnya kesepakatan itu tidak akan memiliki dampak langsung pada keamanan Jepang.

"Tapi dengan situasi sekarang terkait Korea utara saya khawatir ini akan mengirim pesan salah pada Korea Utara dan negara lain di kawasan," tutur Taro Kono.
(sfn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak