Lokasi Uji Coba Nuklir Rusia Siap Digunakan Kapan Saja

Rabu, 18 September 2024 - 06:15 WIB
loading...
Lokasi Uji Coba Nuklir...
Sistem pertahanan udara Tor-M2DT Rusia menembakkan rudal selama latihan militer di pulau Novaya Zemlya. Foto/Sputnik/Kementerian Pertahanan Rusia
A A A
MOSKOW - Lokasi Novaya Zemlya milik Rusia di Kutub Utara siap untuk melanjutkan uji coba nuklir kapan saja, menurut komandan fasilitas tersebut, Laksamana Muda Andrey Sinitsyn.

Lokasi Novaya Zemlya, yang terletak di pulau dengan nama yang sama di Samudra Arktik, dulunya merupakan salah satu fasilitas uji coba nuklir utama Uni Soviet.

Uji coba nuklir terakhir dilakukan di sana pada tahun 1990. Sejak saat itu, Rusia telah memberlakukan moratorium terhadap kegiatan tersebut.

“Meskipun lokasi tersebut tidak digunakan untuk tujuan yang dimaksudkan selama 34 tahun, infrastrukturnya telah dirawat dan tetap siap untuk melanjutkan kegiatan uji coba skala penuh,” ungkap Sinitsyn kepada Rossiyskaya Gazeta pada Selasa.

"Sudah sepenuhnya siap. Laboratorium dan pangkalan pengujian sudah siap. Personelnya sudah siap. Jika kami mendapat perintah, kami dapat memulai pengujian kapan saja," ujar dia.

Jika kontingen di Novaya Zemlya diperintahkan untuk melanjutkan pengujian nuklir, tugas ini "akan dipenuhi sesuai dengan tenggat waktu," tambah komandan tersebut.

Lokasi tersebut mungkin terletak jauh dari garis depan antara Rusia dan Ukraina dan berada di luar jangkauan rudal paling canggih yang dipasok ke Kiev oleh pendukung Baratnya, tetapi masih memiliki "sistem keamanan komprehensif" yang akan memungkinkannya untuk menangkal kemungkinan serangan, tegas Sinitsyn.

"Kami memiliki pos pengawasan udara dan kelompok pencegah UAV bergerak yang bertugas setiap hari. Berbagai sistem peperangan elektronik digunakan untuk melindungi fasilitas tersebut. Kami selalu siap untuk menangkal semua jenis ancaman, termasuk upaya penyerbuan oleh kelompok sabotase dan pengintaian ke pulau tersebut," ujar dia.

Pekan lalu, seorang anggota parlemen dari partai berkuasa Rusia Bersatu, Andrey Kolesnik, menyarankan langkah Moskow untuk mencabut moratorium pengujian nuklir dapat menjadi peringatan bagi politisi Barat, yang telah melupakan bahaya yang ditimbulkan oleh senjata semacam itu dan terus meningkatkan ketegangan dengan Rusia.

"Kita perlu melakukan ledakan nuklir di suatu tempat, di tempat pengujian. Uji coba nuklir saat ini dilarang, tetapi mungkin orang-orang harus melihat apa sebenarnya hasil dari semua ini,” ungkap Kolesnik.

Pada Maret, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan AS sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk melanjutkan uji coba nuklir karena beberapa ahli percaya simulasi komputer tidak cukup untuk jenis hulu ledak baru.

“Jika Amerika melakukannya, Rusia mungkin akan membalas dengan melakukan uji coba nuklirnya sendiri,” pungkas dia.

Baca juga: Hamas Kutuk Kebejatan Moral Israel karena Rekrut Pencari Suaka Afrika untuk Genosida di Gaza
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Kesal! Trump: AS Bayar...
Kesal! Trump: AS Bayar Mahal untuk Lindungi Eropa dari Serangan Rusia
Rekomendasi
Desak Beri Kompensasi...
Desak Beri Kompensasi Akibat Mati Listrik Bergilir, DPR: Jangan Tiap Masalah Rakyat Diminta Sabar
Kolombia Pecundangi...
Kolombia Pecundangi RD Kongo, Daniel Munoz Cetak Gol Penentu Kemenangan
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Berita Terkini
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved