Trump Peringatkan Erdogan soal Invasi ke Suriah: Jangan Bodoh!

Kamis, 17 Oktober 2019 - 05:39 WIB
Trump Peringatkan Erdogan...
Trump Peringatkan Erdogan soal Invasi ke Suriah: Jangan Bodoh!
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melalui secarik surat mendesak Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk membuat kesepakatan dengan Kurdi Suriah. Dia memperingatkan bahwa Washington mengutuk invasi itu sebagai tindakan "iblis" dan akan menghancurkan ekonomi Turki jika Erdogan tak mengindahkan peringatannya.

"Anda tidak ingin bertanggung jawab atas pembantaian ribuan orang, dan saya tidak ingin bertanggung jawab karena menghancurkan ekonomi Turki, dan saya akan melakukannya," ancam Trump dalam suratnya tertanggal 9 Oktober dan diterbitkan Fox News pada Rabu (16/10/2019).

Presiden AS itu meminta Erdogan untuk membuat banyak kesepakatan dengan Pasukan Demokratik Suriah (SDF). Dia mencatat bahwa petinggi SDF, Jenderal Kurdi Mazloum Kobani Abdi, bersedia membuat konsesi yang mereka tidak akan pernah buat di masa lalu.

"Jangan menjadi pria yang tangguh. Jangan bodoh!," lanjut surat Trump.

"Sejarah akan memandang Anda dengan baik jika Anda melakukan ini dengan cara yang benar dan manusiawi," imbuh Trump. "Itu akan memandang Anda selamanya sebagai iblis jika hal-hal baik tidak terjadi."

Trump telah berulang kali mengancam Turki dengan kehancuran ekonominya, dan memperingatkan bahwa jika Ankara melakukan sesuatu yang dianggap Washington sebagai tindakan terlarang di Suriah, amarahnya akan dilepaskan.

Ancaman Trump terhadap sekutu NATO-nya itu telah berlangsung ketika Wakil Presiden AS Michael Richard Pence bersiap untuk bertemu dengan Erdogan pada hari Kamis (17/10/2019). Jika pertemuan ini gagal, maka sanksi AS akan dijatuhkan kepada Turki.

Turki bersikeras pertikaiannya bukan dengan Kurdi sebagai rakyat, tetapi dengan milisi Kurdi yang dianggapnya sebagai kelompok teroris. Erdogan sejauh ini mengabaikan permintaan AS dan sekutu Eropa-nya, yang beberapa di antaranya telah membatasi penjualan senjata ke Ankara sebagai protes terhadap operasi militernya di Suriah.

Ketika pasukan Kurdi yang berjuang untuk SDF dianggap sebagai sekutu AS, Trump tetap menyebut milisi Kurdi PKK lebih mengancam dalam banyak hal daripada ISIS. Penilaian ini menggemakan penilaian Ankara.
(mas)
Berita Terkait
Pemerintahan Trump Pertimbangkan...
Pemerintahan Trump Pertimbangkan Penarikan Penuh Pasukan AS dari Suriah
Mampukah Serangan Balas...
Mampukah Serangan Balas Dendam Trump Melemahkan ISIS di Suriah?
Turki Sebut Buku Bolton...
Turki Sebut Buku Bolton Menyesatkan Soal Percakapan Erdogan-Trump
Mengejutkan, Ocalan...
Mengejutkan, Ocalan Serukan PKK Letakkan Senjata dan Bubarkan Diri setelah Puluhan Tahun Melawan Turki
Bom Guncang Afrin Suriah,...
Bom Guncang Afrin Suriah, 40 Warga Sipil Tewas Termasuk 11 Anak
Erdogan Peringatkan...
Erdogan Peringatkan Operasi Baru di Suriah Jika Milisi Kurdi Tak Pergi
Berita Terkini
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
2 jam yang lalu
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
2 jam yang lalu
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
3 jam yang lalu
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
3 jam yang lalu
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
4 jam yang lalu
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
4 jam yang lalu
Infografis
Paket Senjata Rp1.684...
Paket Senjata Rp1.684 Triliun Ditawarkan Trump ke Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved