Serikat Buruh Israel Perintahkan Mogok Kerja Total setelah 6 Sandera Tewas di Gaza

Senin, 02 September 2024 - 08:04 WIB
loading...
Serikat Buruh Israel...
Serikat buruh Israel perintahkan mogok kerja total setelah enam sandera ditemukan tewas di Gaza. Mereka menyalahkan pemerintah PM Benjamin Netanyahu atas kematian para sandera. Foto/AP Photo/Ohad Zwigenberg
A A A
TEL AVIV - Serikat buruh utama Israel pada hari Minggu memerintahkan mogok kerja total mulai hari ini (2/9/2024). Itu sebagai protes pada rezim pemerintah Zionis setelah enam sandera ditemukan tewas di Jalur Gaza, Palestina.

Jenazah keenam sandera ditemukan militer Israel pada hari Sabtu dari sebuah terowongan bawah tanah di daerah Rafah, Gaza selatan.

Mereka termasuk di antara 251 sandera yang ditangkap selama serangan Hamas pada 7 Oktober di Israel selatan yang memicu perang besar di Gaza sekarang ini. Dari ratusan sandera itu, 97 di antaranya masih ditawan di Gaza termasuk 33 yang menurut militer Israel telah tewas.



Puluhan orang dibebaskan selama gencatan senjata satu minggu yang dinegosiasikan pada bulan November, tetapi keluarga dari mereka yang masih ditawan percaya bahwa tidak cukup banyak yang dilakukan pemerintah Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu untuk membebaskan mereka.

Kelompok kampanye Forum Sandera dan Keluarga Hilang mengatakan bahwa kesepakatan untuk pengembalian para sandera yang dinegosiasikan sangat dibutuhkan.

"Jika bukan karena penundaan, sabotase, dan alasan dalam upaya mediasi selama berbulan-bulan, keenam sandera kemungkinan besar masih hidup," kata kelompok tersebut dalam sebuah pernyataan.

Keluarga-keluarga tersebut menyerukan mogok kerja nasional untuk memaksa pemerintah Netanyahu mencapai kesepakatan guna mengamankan pembebasan para sandera yang tersisa.

Tak lama kemudian, kepala serikat buruh Histadrut yang kuat di Israel memerintahkan mogok kerja total mulai hari Senin untuk mendukung para sandera.

"Saya sampai pada kesimpulan bahwa hanya intervensi kita yang dapat menggoyahkan mereka yang perlu digoyahkan," kata ketua Histadrut Arnon bar David dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP.

"Mulai besok [Senin] pukul enam pagi, seluruh perekonomian Israel akan melakukan mogok total."

"Kesepakatan tidak berjalan karena pertimbangan politik dan ini tidak dapat diterima," paparnya.

Enam sandera yang ditemukan tewas adalah Carmel Gat, Eden Yerushalmi, Almog Sarusi, Ori Danino, Hersh Goldberg-Polin, dan Alexander Lobanov.

Juru bicara militer Israel Daniel Hagari mengatakan keenam sandera itu diculik hidup-hidup pada pagi hari tanggal 7 Oktober. "Dan dibunuh secara brutal oleh Hamas sesaat sebelum kami sampai di sana," katanya.

Namun, pejabat Hamas yang berkantor di Qatar, Izzat al-Rishq, mengatakan keenam orang itu terbunuh oleh pengeboman Zionis Israel).

Seorang pejabat senior Hamas mengatakan kepada AFP dengan syarat anonim bahwa beberapa dari keenam orang itu telah disetujui untuk dibebaskan dalam kemungkinan pertukaran sandera-tahanan sebagai bagian dari kesepakatan yang belum disetujui.

Para kritikus di Israel menuduh PM Netanyahu memperpanjang perang untuk keuntungan politik.

Netanyahu mengatakan kepada orang tua Lobanov pada hari Minggu: "Saya ingin memberi tahu Anda betapa saya menyesal dan meminta maaf karena tidak berhasil membawa Sasha kembali hidup-hidup."

Dia menyalahkan para pemimpin Hamas yang menurutnya telah membunuh sandera dan tidak menginginkan kesepakatan. Dia bersumpah untuk menyelesaikan masalah dengan mereka.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright © 2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.1174 seconds (0.1#10.140)