India Diproyeksikan Salip China untuk Menjadi Pasar Kendaraan Roda Dua Terbesar Dunia

Rabu, 28 Agustus 2024 - 17:24 WIB
loading...
A A A

Ekosistem E2W


Di segmen premium 2W, laporan Counterpoint Research mencatat masuknya pemain baru seperti Ultraviolet, Revolt Motors, EnergicaMotor, Damon, dan ARC Vehicle untuk bersaing dengan Harley Davidson, Enfield, Yamaha, dan lainnya.

Baca Juga: Studi Terbaru Sebut Algoritma TikTok Secara Aktif Tekan Kritik terhadap China

“Pabrikan 2W tradisional seperti Honda, Yamaha, Bajaj, Hero, TVS, Haojue, dan Piaggio, seperti halnya perusahaan kendaraan penumpang tradisional, telah berhati-hati dalam memasuki ruang E2W. Namun, dengan kemampuan R&D, skala produksi dan distribusi, pengalaman dengan transisi teknologi, nilai merek yang kuat, dan basis pelanggan yang loyal, pemain 2W tradisional dapat menikmati beberapa keuntungan dalam berekspansi ke pasar E2W,” papar Mandal.

“Bermitra dengan pemain ekosistem E2W yang lebih baru akan menjadi tantangan bagi sebagian orang, terutama dari perspektif pola pikir dan transformasi operasi,” ujarnya.

Counterpoint Research memperkirakan pangsa E2W dalam penjualan 2W global akan mencapai 44 persen pada tahun 2030, sementara penjualan E2W kumulatif akan melampaui 150 juta unit antara tahun 2024 dan 2030, mendorong skala global untuk rantai nilai E2W yang sedang berkembang.

Mengomentari lanskap digital pasar, wakil presiden riset Counterpoint Research Neil Shah mengatakan, "Mirip dengan pasar kendaraan roda empat, kami melihat pasar 2W bertransformasi untuk merangkul konektivitas, terutama dengan latar belakang meningkatnya elektrifikasi."

"Elektrifikasi memerlukan konektivitas jaringan area luas yang ada di mana-mana, seperti 4G sekarang atau 5G RedCap di masa mendatang, bersama dengan perangkat lunak dan layanan terkait. Hal ini memerlukan perpindahan ke kluster instrumen digital yang lebih canggih yang menyatukan komputasi, perangkat lunak, dan OS untuk mendorong berbagai aplikasi dan layanan berbasis lokasi bagi pengendara," kata Shah.

“Semua ini menarik pemain ekosistem baru ke pasar 2W, seperti yang memasok chipset, baterai, dan komponen terkait lainnya (seperti Qualcomm, MediaTek, Delta, CATL, dan Samsung SDI) dan yang menyediakan infrastruktur (seperti Google, Amazon, Baidu, dan AWS untuk cloud, BlackBerry dan Google untuk perangkat lunak, TomTom, HERE, MapMyIndia, Baidu, dan Spotify untuk aplikasi, dan ChargePoint, Statiq, Tata Power, MamCharge, LV C-CHONG, VinFast, Ola, Ather, dan Electrify America untuk pengisian daya listrik),” tegasnya.

“Konsumsi semikonduktor secara keseluruhan oleh 2W juga akan meningkat hingga 15 persen pada tahun 2030, seperti yang kita lihat di pasar kendaraan roda empat (4W). Pada titik tertentu, AI (artificial intelligence) dan komputer bersama-sama akan mendorong analitik bagi OEM untuk meningkatkan desain dan kinerja, serta meluncurkan fitur dan layanan yang lebih baru untuk memungkinkan pengalaman berkendara yang cerdas dan lebih aman,” lanjut dia.


Merek India vs China


Kendaraan roda dua, terutama sepeda dan skuter yang lebih kecil, merupakan salah satu moda transportasi paling populer di benua Afrika.

Sebagian besar kendaraan roda dua, yang secara lokal dikenal sebagai “Boda Boda”, dijual di wilayah tersebut oleh produsen China. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pasar tersebut secara bertahap telah diambil alih oleh merek-merek India seperti TVS dan Bajaj, menurut lembaga riset pemasaran dan konsultasi India, Cybermedia Research (CMR).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
Anak 6 Tahun Meninggal...
Anak 6 Tahun Meninggal dalam Uji Coba Rekayasa Gen di China: Bayar Rp14 Miliar, Diinfus Triliunan Virus
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
Ketika Demo Partai Kecoa...
Ketika Demo Partai Kecoa Berhasil Memaksa Menteri Pendidikan India Mundur atas Bocornya Soal Ujian
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Klaim China di Perairan...
Klaim China di Perairan Natuna, Pakar Minta Indonesia Pertahankan Kedaulatan
Menlu Indonesia dan...
Menlu Indonesia dan 7 Negara Islam Kecam Tindakan Provokatif Israel di Masjid Al-Aqsa
Perang Makin Sengit!...
Perang Makin Sengit! Iran Tak Segan-Segan Ledakkan Wilayahnya, Tak Rela Dikuasai AS
Rekomendasi
Cetak Hattrick, Mitchell...
Cetak Hattrick, Mitchell Baker Jadi Pemain Terbaik saat Timnas Indonesia Libas Kamboja
Kawal Ketat APBD, Legislator...
Kawal Ketat APBD, Legislator Partai Perindo Lombok Barat Dapat Apresiasi dari Angela Tanoesoedibjo
Herti Sastra Munthe...
Herti Sastra Munthe Siap Terapkan Hasil Bimtek Perindo di Deli Serdang
Berita Terkini
China Membangun Replika...
China Membangun Replika Kapal Perang AS hingga Kantor Presiden Taiwan untuk Target Rudal
Mojtaba Khamenei kepada...
Mojtaba Khamenei kepada Hizbullah: Tak Ada Jalan Lain Selain Jihad Melawan AS dan Israel
Jeda Perang dan Gencatan...
Jeda Perang dan Gencatan Senjata Selalu Menguntungkan Iran, Ini 4 Alasannya
Tak Mau Tarik Pasukan...
Tak Mau Tarik Pasukan Zionis, Israel Justru Izinkan Tentara Maroko dan Uganda Berjaga di Rafah
Mengapa Pentagon Diam-diam...
Mengapa Pentagon Diam-diam Ubah Jumlah Tentara yang Terluka dan Tewas Akibat Perang Iran?
Eropa Bagai Neraka Akibat...
Eropa Bagai Neraka Akibat Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas, Ini 5 Faktanya
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved