China Membangun Replika Kapal Perang AS hingga Kantor Presiden Taiwan untuk Target Rudal

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:10 WIB
loading...
China Membangun Replika...
Rangkaian citra satelit menunjukkan China telah membangun replika kapal perang AS hingga kantor presiden Taiwan untuk target serangan rudal. Foto/Vantor/Telegraph
A A A
BEIJING - Sebuah rangkaian citra satelit mengungkap bahwa China telah membangun replika terbaru kapal perang Amerika Serikat (AS) untuk target uji coba rudal. Tak hanya itu, replika jet tempur, pangkalan Angkatan Laut, dan kantor presiden Taiwan juga dibangun untuk tujuan yang sama.

Citra satelit tersebut telah dianalisis oleh The Telegraph. Menurut analisis tersebut, Beijing telah menggunakan model-model itu untuk menguji rudal jarak jauh dan sistem artificial intelligence (AI) baru yang terus bertambah seiring persiapannya untuk mengambil kendali Taiwan—prioritas utama Presiden Xi Jinping.

Baca Juga: Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan

"Keakuratan replika tersebut menandakan fokus yang sangat spesifik pada musuh potensial daripada pembangunan kemampuan umum," kata Damien Symon, seorang peneliti geo-intelijen di perusahaan analisis AI; The Intel Lab, yang pertama kali mengidentifikasi beberapa model maritim yang dibangun China.

Meskipun tidak diketahui apakah AS akan secara resmi membela Taiwan, sebagian besar pakar setuju bahwa Washington kemungkinan akan turun tangan. Tanpa dukungan Amerika, Taiwan akan kesulitan untuk tetap otonom.

Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China membangun model skala penuh kantor presiden Taiwan dan gedung-gedung pemerintahan utama Taipei agar para prajuritnya dapat berlatih menyerbu ibu kota Taiwan dalam pengaturan yang paling realistis.

"Pada dasarnya mereka menciptakan replika untuk memberi mereka kemampuan untuk bermanuver di sana dalam operasi pelatihan seolah-olah mereka berada di Taipei," kata Sean O'Connor, analis citra satelit utama di perusahaan pertahanan Janes, sebagaimana dikutip dari Business Insider, Selasa (28/7/2026).

Citra satelit tahun lalu menunjukkan bahwa China telah membangun terowongan sepanjang 280 km yang menghubungkan berbagai replika gedung pemerintahan Taiwan untuk mempersiapkan skenario di mana para pemimpin negara tersebut mencoba melarikan diri di bawah tanah.

Meskipun bukan hal yang aneh bagi negara-negara untuk berlatih dengan skenario dan musuh tertentu dalam pikiran, Monty Khanna, mantan laksamana muda di Angkatan Laut India, mengatakan bahwa skala pelatihan yang dilakukan China "belum pernah terjadi sebelumnya."

Citra satelit tersebut menunjukkan betapa luasnya pelatihan China.

Rangkaian citra satelit berikutnya mengungkapkan maket Pangkalan Angkatan Laut Yokosuka—pangkalan Angkatan Laut terbesar Amerika di Jepang dan yang hampir pasti akan digunakan jika terjadi keadaan darurat di Taiwan.

AS memiliki lebih dari 55.000 tentara yang ditempatkan di Jepang—jumlah terbesar di luar AS—sebagai bagian dari perjanjian keamanan antara kedua negara.

Para pakar sebelumnya mengatakan kepada The Telegraph bahwa pasukan AS, terutama di Jepang selatan, akan menjadi "ujung tombak" dalam respons AS terhadap invasi China.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mojtaba Khamenei kepada...
Mojtaba Khamenei kepada Hizbullah: Tak Ada Jalan Lain Selain Jihad Melawan AS dan Israel
Mengapa Pentagon Diam-diam...
Mengapa Pentagon Diam-diam Ubah Jumlah Tentara yang Terluka dan Tewas Akibat Perang Iran?
Putin Klaim Armada Kapal...
Putin Klaim Armada Kapal Pemecah Es Rusia Tak Memiliki Pesaing
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
Menghilang 27 Tahun,...
'Menghilang' 27 Tahun, Kapal Perang Nuklir 28.000 Ton Rusia Bersiap untuk Tempur Lagi
Komandan CENTCOM Klaim...
Komandan CENTCOM Klaim Serangan AS di sekitar Hormuz Tidak Efektif, kecuali Perang Besar-besaran
Klaim China di Perairan...
Klaim China di Perairan Natuna, Pakar Minta Indonesia Pertahankan Kedaulatan
Menlu Indonesia dan...
Menlu Indonesia dan 7 Negara Islam Kecam Tindakan Provokatif Israel di Masjid Al-Aqsa
Perceraian Abad Ini,...
Perceraian Abad Ini, Taipan Korsel Bayar Harta Gana-Gini Rp11,5 Triliun ke Mantan Istri
Rekomendasi
Ribuan Sengketa Pajak...
Ribuan Sengketa Pajak Bermunculan, Perbedaan Tafsir Masih Jadi Pemicu Utama
Sindikat Buzzer Penyebar...
Sindikat Buzzer Penyebar Hoaks Dibongkar Polda Metro Jaya, Polisi Tangkap 8 Tersangka
Herti Sastra Munthe...
Herti Sastra Munthe Siap Terapkan Hasil Bimtek Perindo di Deli Serdang
Berita Terkini
Mojtaba Khamenei kepada...
Mojtaba Khamenei kepada Hizbullah: Tak Ada Jalan Lain Selain Jihad Melawan AS dan Israel
Jeda Perang dan Gencatan...
Jeda Perang dan Gencatan Senjata Selalu Menguntungkan Iran, Ini 4 Alasannya
Tak Mau Tarik Pasukan...
Tak Mau Tarik Pasukan Zionis, Israel Justru Izinkan Tentara Maroko dan Uganda Berjaga di Rafah
Mengapa Pentagon Diam-diam...
Mengapa Pentagon Diam-diam Ubah Jumlah Tentara yang Terluka dan Tewas Akibat Perang Iran?
Eropa Bagai Neraka Akibat...
Eropa Bagai Neraka Akibat Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas, Ini 5 Faktanya
Putin Klaim Armada Kapal...
Putin Klaim Armada Kapal Pemecah Es Rusia Tak Memiliki Pesaing
Infografis
4 Senjata Andalan China,...
4 Senjata Andalan China, dari Robot Serigala hingga Rudal Hipersonik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved