alexametrics

Jet-jet Tempur NATO Tiga Kali Cegat Pesawat Militer Rusia

loading...
Jet-jet Tempur NATO Tiga Kali Cegat Pesawat Militer Rusia
Ilustrasi jet tempur Typhoon Angkatan Udara Inggris mengintersepsi je tempur Su-27 Rusia. Foto/Royal Air Force
A+ A-
MOSKOW - Pesawat-pesawat jet tempur NATO yang melakukan misi pemolisian udara di negara-negara Baltik melakukan tiga kali intersepsi atau pencegatan terhadap pesawat-pesawat militer Rusia selama sepekan lalu.

Kementerian Pertahanan Nasional Lithuania, seperti dikutip ERR News, Selasa (10/9/2019), mengatakan jet-jet tempur NATO mengidentifikasi dan mengawal beberapa pesawat militer Federasi Rusia di wilayah udara internasional di atas Laut Baltik.

Pada 3 September, jet tempur kepolisian udara NATO mencegat dua pesawat Sukhoi SU-30 yang terbang dari daratan Federasi Rusia ke Kaliningrad. Transponder onboard mereka aktif, memberikan rencana penerbangan dan melakukan kontak radio dengan pusat kendali lalu lintas udara regional.



Pada 5 September, jet-jet tempur NATO dikerahkan untuk mencegat sebuah pesawat yang bermanuver di Wilayah Informasi Penerbangan (FIR) Lithuania dari wilayah udara internasional setelah meluncur dari Kaliningrad.

Transponder onboard pesawat tidak aktif, tidak memiliki rencana penerbangan, dan tidak memelihara komunikasi radio dengan pusat kendali lalu lintas udara regional. Pesawat akhirnya meninggalkan FIR Lithuania dan kembali ke Kaliningrad sebelum dapat diidentifikasi.

Pada 6 September, jet-jet tempur NATO mencegat pesawat Antonov An-30 yang terbang dari Kaliningrad ke daratan Rusia dengan transponder onboard-nya menyala, sesuai dengan rencana penerbangan yang diajukan sebelumnya, dan memelihara komunikasi radio dengan pusat kendali lalu lintas udara regional.

Misi pemolisian udara NATO dilakukan dari pangkalan udara di Siauliai, Lithuania dan Amari, Estonia.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak