alexametrics

Rusia Tidak Akan Sebar Rudal kecuali AS Melakukannya Terlebih Dahulu

loading...
Rusia Tidak Akan Sebar Rudal kecuali AS Melakukannya Terlebih Dahulu
Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu. Foto/Istimewa
A+ A-
MOSKOW - Rusia tidak akan mengerahkan rudal baru selama Amerika Serikat (AS) menunjukkan hal yang sama di Eropa dan Asia. Hal itu dikatakan oleh Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu setelah Washington menarik diri dari pakta senjata era Soviet.

AS secara resmi meninggalkan perjanjian Intermediate Nuclear Forces (INF) dengan Rusia awal bulan ini setelah menuduh Moskow melanggar perjanjian itu dan mengerahkan satu jenis rudal yang dilarang, tuduhan yang dibantah Kremlin.

Rusia juga menarik diri dari kesepakatan itu, tetapi Shoigu mengatakan tidak memiliki rencana untuk mengerahkan rudal baru.



"Kami masih berpegang teguh pada itu. Kecuali ada sistem seperti itu di Eropa (dikerahkan oleh Washington), kami tidak akan melakukan apa pun di sana," katanya kepada saluran TV Rossiya-24, menurut kantor berita Interfax yang disitat oleh Reuters, Minggu (18/8/2019).

Pakta tersebut melarang rudal darat dengan jangkauan antara 500-5.500 km, mengurangi kemampuan kedua negara untuk meluncurkan serangan nuklir dalam waktu singkat.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah memperingatkan bahwa Moskow akan mulai mengembangkan rudal nuklir darat jarak pendek dan menengah jika AS mulai melakukan hal yang sama setelah runtuhnya perjanjian pengendalian senjata itu.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak