Presiden Venezuela Nicolas Maduro: WhatsApp Pergilah ke Neraka!
Rabu, 07 Agustus 2024 - 08:45 WIB
loading...
A
A
A
“Ini harus dilakukan. WhatsApp, keluarlah dari Venezuela! Karena di sanalah para penjahat mengancam para pemuda dan pemimpin rakyat,” tegas Maduro dalam pidato yang disiarkan televisi.
“Dari telepon-telepon di Kolombia, Miami, Peru, dan Cile, para pengecut ini bersembunyi di balik anonimitas (sang pengirim pesan) … Namun saya katakan kepada kaum fasis pengecut: kalian akan bersembunyi, tetapi para pemuda yang patriotik dan revolusioner ada di jalan-jalan, dan kami tidak akan pernah bersembunyi,” ungkap pemimpin Venezuela itu, sambil menambahkan “WhatsApp, pergilah ke neraka!”
Pada Minggu, Maduro juga mengatakan TikTok dan Instagram digunakan untuk mempromosikan “kebencian” dan berjanji untuk mengatur penggunaannya.
Serangan pemimpin Amerika Selatan itu terhadap platform media sosial menyusul protes baru-baru ini yang meletus di Venezuela menyusul pengumuman hasil pemilihan presiden yang menyatakannya sebagai pemenang.
Maduro mengecam demonstrasi itu sebagai upaya "kudeta terhadap Venezuela."
Menteri Pertahanan Vladimir Padrino Lopez juga menuduh oposisi yang didukung Barat berupaya melakukan "kudeta media" dan mengecam protes itu.
“Dari telepon-telepon di Kolombia, Miami, Peru, dan Cile, para pengecut ini bersembunyi di balik anonimitas (sang pengirim pesan) … Namun saya katakan kepada kaum fasis pengecut: kalian akan bersembunyi, tetapi para pemuda yang patriotik dan revolusioner ada di jalan-jalan, dan kami tidak akan pernah bersembunyi,” ungkap pemimpin Venezuela itu, sambil menambahkan “WhatsApp, pergilah ke neraka!”
Pada Minggu, Maduro juga mengatakan TikTok dan Instagram digunakan untuk mempromosikan “kebencian” dan berjanji untuk mengatur penggunaannya.
Serangan pemimpin Amerika Selatan itu terhadap platform media sosial menyusul protes baru-baru ini yang meletus di Venezuela menyusul pengumuman hasil pemilihan presiden yang menyatakannya sebagai pemenang.
Maduro mengecam demonstrasi itu sebagai upaya "kudeta terhadap Venezuela."
Menteri Pertahanan Vladimir Padrino Lopez juga menuduh oposisi yang didukung Barat berupaya melakukan "kudeta media" dan mengecam protes itu.
Lihat Juga :