AS Rebut 13,5 Kg Uranium Venezuela, Akan Digunakan Membuat Bom Nuklir?

Senin, 11 Mei 2026 - 04:40 WIB
loading...
AS Rebut 13,5 Kg Uranium...
AS rebut puluhan kg uranium Venezuela. Foto;/Sputnik
A A A
WASHINGTON - AS dengan penuh kemenangan mengumumkan bahwa mereka telah memindahkan uranium yang sangat diperkaya (HEU) dari Venezuela dalam apa yang dipuji oleh Departemen Energi AS (DOE) sebagai kemenangan bagi Amerika dan "dunia."

Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat, DOE mengatakan telah menyelesaikan "pemindahan semua uranium yang diperkaya yang tersisa dari reaktor penelitian lama" di negara Amerika Selatan tersebut dan mentransfernya ke AS untuk diproses dan digunakan kembali. Jumlah yang dipindahkan adalah 13,5 kg (30 pon).

Langkah ini “mengirimkan sinyal lain kepada dunia tentang Venezuela yang telah dipulihkan dan diperbarui,” demikian bunyi pernyataan tersebut. Pernyataan itu juga memuji “kepemimpinan tegas Presiden [Donald] Trump [AS]” dalam masalah ini.

Washington memulai kembali hubungan dengan Caracas setelah pasukan AS menculik dan memenjarakan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Januari atas tuduhan terorisme narkoba. Pemindahan uranium tersebut dikoordinasikan dengan Kementerian Sains dan Teknologi Venezuela, kata pernyataan Departemen Energi AS.



Terlepas dari bahasa dramatis seputar operasi tersebut, material tersebut belum secara publik dikaitkan dengan ancaman proliferasi yang akan segera terjadi. Uranium tersebut berasal dari reaktor sipil era Perang Dingin di dekat Caracas yang didirikan di bawah program “Atom untuk Perdamaian” yang berlangsung dari pertengahan tahun 1950-an hingga tahun 1970-an.

Para pejabat nonproliferasi AS berpendapat bahwa setiap persediaan uranium yang diperkaya tinggi (HEU) sipil, terlepas dari ukurannya, menghadirkan ancaman jangka panjang berupa pencurian, pengalihan, atau perdagangan ilegal dan pada akhirnya harus disingkirkan dari peredaran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Wapres JD Vance: Israel...
Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS
Rekomendasi
Perkenalkan Budaya Aceh,...
Perkenalkan Budaya Aceh, Peserta Audisi Miss Indonesia 2026 Tampil dengan Tari Ratoh Jaroe
Sony Sonjaya Ungkap...
Sony Sonjaya Ungkap 41 Nama Diduga Minta Titik SPPG, Sahroni Khawatir untuk Mengelabui Penyidik
Boni Hargens Minta Hilangkan...
Boni Hargens Minta Hilangkan Prasangka Buruk terhadap Polri
Berita Terkini
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Infografis
6 Fakta Buster GBU-57,...
6 Fakta Buster GBU-57, Bom Bunker AS yang Serang Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved