Pasukan Khusus AS Ditangkap karena Bertaruh dan Menang Rp7 Miliar dalam Penculikan Maduro

Jum'at, 24 April 2026 - 08:13 WIB
loading...
Pasukan Khusus AS Ditangkap...
FBI tangkap tentara pasukan khusus AS karena gunakan informasi rahasia negara untuk menangkan taruhan dalam penculikan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro. Foto/News24
A A A
WASHINGTON - Seorang tentara pasukan khusus Amerika Serikat (AS) ditangkap Biro Investigasi Federal (FBI) pada hari Kamis. Musababnya, dia menggunakan informasi rahasia untuk bertaruh dan memenangkan USD409.000 (lebih dari Rp7 miliar) dalam penggerebekan AS pada Januari untuk menculik Presiden Venezuela saat itu, Nicolas Maduro.

Otoritas federal mengatakan bahwa tentara bernama Gannon Ken Van Dyke itu berataruh sekitar USD33.034 pada operasi Maduro dan menghasilkan sekitar USD409.000 dari taruhan yang ditempatkannya pada penggerebekan tersebut. Demikian rincian dakwaan yang telah dibuka.

Baca Juga: Pasukan Khusus Delta Force Culik Maduro, Menlu AS Klaim Bukan Tindakan Perang

Otoritas tersebut mengatakan Van Dyke memiliki informasi orang dalam tentang penggerebekan tersebut karena dia berpartisipasi dalam perencanaan dan pelaksanaan operasi militer AS untuk menangkap Maduro.

Menurut dakwaan tersebut, "Van Dyke didakwa dengan penggunaan informasi pemerintah rahasia secara tidak sah untuk keuntungan pribadi, pencurian informasi pemerintah nonpublik, penipuan komoditas, penipuan kawat, dan melakukan transaksi moneter yang melanggar hukum."

"Dakwaan tersebut muncul dari dugaan skema di mana Van Dyke menggunakan informasi rahasia yang sensitif untuk bertaruh di Polymarket," kata jaksa AS untuk Distrik Selatan New York dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Anadolu, Jumat (24/4/2026).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Menteri Israel Serukan...
Menteri Israel Serukan Penculikan dan Penyanderaan Wanita dan Pemuda Lebanon untuk Tekan Hizbullah
Heli Militer Mi-17 Pakistan...
Heli Militer Mi-17 Pakistan Jatuh, 22 Tentara Tewas termasuk 3 Perwira
Rekomendasi
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Terungkap! Andri Mulyono...
Terungkap! Andri Mulyono Kongkalikong dengan PPK untuk Dapat Proyek Pengadaan Motor Listrik BGN
Tak Hanya Ganggu Mental,...
Tak Hanya Ganggu Mental, Sering Marah-marah Bisa Melemahkan Daya Tahan Tubuh
Berita Terkini
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved