Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
Sabtu, 06 Juni 2026 - 14:21 WIB
loading...
Mojtaba Khamenei murka, Kuwait dan Bahrain dihujani drone dan rudal Iran. Foto/X/@DailyIranNews
A
A
A
TEHERAN - Kuwait dan Bahrain mengaktifkan pertahanan udara mereka pada Sabtu pagi untuk merespons ancaman udara. Itu merupakan serangan kedua dalam waktu kurang dari seminggu di tengah gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran. Itu menunjukkan kemarahan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.
“Pertahanan udara Kuwait saat ini sedang merespons serangan rudal dan drone musuh,” kata militer Kuwait dalam sebuah pernyataan, dilansir Al Arabiya. Kemudian Kuwait mengklarifikasi bahwa ledakan yang terdengar di seluruh negeri disebabkan oleh intersepsi.
Otoritas Bahrain mengeluarkan peringatan serangan udara dan meminta warga untuk mencari tempat berlindung.
Pasukan AS mencegat beberapa rudal balistik dan drone Iran yang diluncurkan ke arah Selat Hormuz dan Teluk, kata Komando Pusat.
Iran menembakkan tujuh rudal balistik ke arah Kuwait dan Bahrain beberapa jam setelah CENTCOM menembak jatuh empat drone serang satu arah Iran yang diluncurkan ke arah Selat Hormuz, kata pernyataan itu, menambahkan bahwa drone serang tersebut menimbulkan ancaman langsung terhadap lalu lintas maritim regional.
“Pertahanan udara Kuwait saat ini sedang merespons serangan rudal dan drone musuh,” kata militer Kuwait dalam sebuah pernyataan, dilansir Al Arabiya. Kemudian Kuwait mengklarifikasi bahwa ledakan yang terdengar di seluruh negeri disebabkan oleh intersepsi.
Otoritas Bahrain mengeluarkan peringatan serangan udara dan meminta warga untuk mencari tempat berlindung.
Pasukan AS mencegat beberapa rudal balistik dan drone Iran yang diluncurkan ke arah Selat Hormuz dan Teluk, kata Komando Pusat.
Iran menembakkan tujuh rudal balistik ke arah Kuwait dan Bahrain beberapa jam setelah CENTCOM menembak jatuh empat drone serang satu arah Iran yang diluncurkan ke arah Selat Hormuz, kata pernyataan itu, menambahkan bahwa drone serang tersebut menimbulkan ancaman langsung terhadap lalu lintas maritim regional.
Lihat Juga :