Game Over? Penangkapan Tentara Israel di Jabaliya Dapat Ubah Aturan Permainan di Gaza

Selasa, 06 Agustus 2024 - 16:32 WIB
loading...
A A A
Pejuang Palestina bertopeng yang sama, Abu Ubaidah, muncul dalam pernyataan yang sama tiba-tiba setelah fajar di hari yang sama, menyatakan seorang tentara Israel bernama Shaul Aaron telah ditangkap dalam operasi Perlawanan.

Aaron ditangkap di lingkungan Tuffah di Jalur Gaza timur, hanya beberapa jarak dari Jabaliya, tempat operasi terakhir berlangsung.

Unitnya juga dipancing ke dalam perangkap rumit yang dipasang oleh Perlawanan. Operasi tersebut, menurut Perlawanan, mengakibatkan tewasnya 14 tentara Israel, semuanya terbunuh dari jarak nol.

Namun, hampir seketika, tentara Israel membantah peristiwa semacam itu telah terjadi dan, menurut duta besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, penangkapan seorang tentara hanyalah 'rumor' belaka.

Setelah awalnya menolak mengomentari masalah tersebut, juru bicara tentara Israel mengatakan tentara sedang memeriksa "tuduhan" tersebut sebelum menerima bahwa seorang tentara Israel dari Brigade Golani mungkin telah hilang di lingkungan Shejaiya.

Juru bicara tersebut juga menyatakan Aaron mungkin telah terbunuh, meskipun jasadnya tidak pernah ditemukan.

Sekali lagi, sejarah terulang kembali. Namun, yang membuat operasi khusus ini jauh lebih penting adalah bahwa operasi itu terjadi 232 hari setelah perang Israel yang paling kejam dan merusak di Gaza, yang tujuan utamanya seharusnya untuk membebaskan hampir 130 tawanan Israel yang saat ini berada di Gaza, selain dari empat tawanan asli, yang berada di tangan Al-Qassam, termasuk Aaron sendiri.

Video terbaru Al-Qassam ditutup dengan kalimat berikut, "Inilah yang boleh kami publikasikan. Akan ada lebih banyak lagi."

Jelas, ini berarti akan ada lebih banyak video yang dirilis untuk lebih mengotentikasi klaim asli Abu Ubaidah dan, sekali lagi, memaksa Israel harus mengakui lebih banyak tentara telah ditangkap.

Tak perlu dikatakan lagi, mengingat konteks perang khusus ini, penangkapan lebih banyak tentara Israel, yang seharusnya dikirim untuk membebaskan tentara Israel lainnya, akan mengakhiri ilusi yang masih dianut banyak orang Israel, bahwa mengalahkan Hamas adalah mungkin dan pembebasan tawanan akan dilakukan dengan senjata api.
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Israel Serang Sekolah...
Israel Serang Sekolah di Gaza, 27 Orang Tewas
Hamas Tak Akan Respons...
Hamas Tak Akan Respons Usulan Balasan Israel untuk Gencatan Senjata di Gaza
Israel: Perang Bisa...
Israel: Perang Bisa Berhenti Besok jika Hamas Bebaskan Sandera dan Tinggalkan Gaza
Hongaria Mundur dari...
Hongaria Mundur dari ICC saat Kunjungan Buronan Penjahat Perang Netanyahu
Otoritas Palestina Kecam...
Otoritas Palestina Kecam Rencana Israel Makin Pecah Belah Wilayah Gaza
Mahasiswa Yahudi Merantai...
Mahasiswa Yahudi Merantai Diri di Gerbang Universitas Columbia, Tuntut Pembebasan Mahmoud Khalil
Qatar, UEA, dan Israel...
Qatar, UEA, dan Israel Gelar Latihan Militer Bersama di Yunani
AS Larang Personel Diplomatik...
AS Larang Personel Diplomatik di China Berhubungan Asmara dengan Warga Lokal
Dimakzulkan sebagai...
Dimakzulkan sebagai Presiden Korsel, Begini Komentar Yoon Suk Yeol
Rekomendasi
PLN IP Berhasil Penuhi...
PLN IP Berhasil Penuhi Kebutuhan Listrik Malam Takbir dan Idulfitri
Arus Balik, Gerbang...
Arus Balik, Gerbang Tol Cikatama Dipadati Kendaraan dari Trans Jawa Malam Ini
Atur Waktu Balik Jakarta,...
Atur Waktu Balik Jakarta, Diskon 20% Tarif Tol Kalikangkung-Cikampek Sampai 10 April 2025
Berita Terkini
Siapa Abdullah Al Sabah?...
Siapa Abdullah Al Sabah? PM Kuwait yang Sempat Dituduh Masuk Kristen
1 jam yang lalu
4 Alasan Uni Eropa Masih...
4 Alasan Uni Eropa Masih Butuh NATO, Salah Satunya Rusia Jadi Ancaman
2 jam yang lalu
Siapa Walid Ahmad? Remaja...
Siapa Walid Ahmad? Remaja Palestina yang Tewas di Penjara Israel Dikenal Pencetak Gol Terbanyak di Timnya
3 jam yang lalu
10 Negara yang Kena...
10 Negara yang Kena Tarif Impor Trump Terbesar, Mayoritas Negara-negara Asia
7 jam yang lalu
Ini 3 Negara Musuh AS...
Ini 3 Negara Musuh AS yang Tidak Terkena Tarif Impor Trump, Kok Bisa?
8 jam yang lalu
4 Negara Islam yang...
4 Negara Islam yang Terdampak Tarif Impor AS Terbesar, Nomor 2 Pernah Diinvasi
9 jam yang lalu
Infografis
Kehadiran Tentara NATO...
Kehadiran Tentara NATO di Ukraina Berarti Perang Habis-habisan
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved