alexametrics

PBB Serukan Penyelidikan Independen Atas Kematian Morsi

loading...
PBB Serukan Penyelidikan Independen Atas Kematian Morsi
PBB menyerukan penyelidikan independen atas kematian mantan presiden Mesir Mohamed Morsi. Foto/Istimewa
A+ A-
NEW YORK - Para pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa menyerukan penyelidikan independen terhadap kematian presiden Mesir yang digulingkan Mohamed Morsi. Morsi meninggal saat mengikuti persidangan terhadap dirinya.

Pria berusia 67 tahun itu pingsan dan meninggal di ruang sidang Kairo pada hari Senin setelah dilaporkan menderita serangan jantung. Saat itu, ia sedang diadili atas dugaan spionase.

Morsi adalah presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis dan telah ditahan sejak ia digulingkan oleh militer pada tahun 2013.



Dia dikuburkan di bawah pengamanan ketat di sebuah pemakaman di distrik Nasr di Kairo barat, setelah izin keluarganya untuk menguburnya di kota kelahirannya di provinsi Sharqia ditolak, . Hal itu diungkapkan oleh putra Morsi, Ahmed.

Kantor hak asasi manusia PBB telah menyerukan penyelidikan secara cepat, tidak memihak, menyeluruh dan transparan atas kematian Morsi. Sementara Human Rights Watch (HRW) mengatakan dia dianiaya dan menderita bertahun-tahun karena tidak cukup akses ke perawatan medis.

Sarah Leah Whitson, direktur Timur Tengah HRW, mengatakan perlakuan terhadap mantan presiden Mesir itu di penjara "mengerikan".

"Paling tidak, pemerintah Mesir melakukan pelanggaran berat terhadap Morsi dengan menyangkal hak tahanan yang memenuhi standar minimum," tambahnya seperti dikutip dari Sky News, Rabu (19/6/2019).

Ahmed Morsi sebelumnya juga telah berbicara dengan media tentang "kerusakan parah" kesehatan ayahnya di penjara.

Pada hari Selasa, masjid-masjid di seluruh Turki berduka atas kematian Morsi, sementara beberapa ratus orang di Ankara menggelar protes di luar kedutaan Mesir.

Berbicara di masjid Istanbul, presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan dia tidak percaya Mohamed Morsi meninggal karena sebab alamiah.
(ian)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak