alexametrics

Bos Pentagon Buka Kemungkinan AS Kirim Pasukan ke Timur Tengah

loading...
Bos Pentagon Buka Kemungkinan AS Kirim Pasukan ke Timur Tengah
Foto/Ilustrasi/Istimewa
A+ A-
WASHINGTON - Penjabat Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Patrick Shanahan, menegaskan bahwa Pentagon sedang mempertimbangkan untuk mengirim pasukan tambahan ke Timur Tengah. Itu dilakukan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan perlindungan bagi pasukan Amerika di sana, di tengah ketegangan dengan Iran.

"Apa yang kita lihat adalah: Apakah ada hal-hal yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan perlindungan pasukan di Timur Tengah?" kata Shanahan.

"Ini mungkin melibatkan pengiriman pasukan tambahan," imbuhnya seperti dikutip dari Al Arabiya, Jumat (24/5/2019).



Tetapi Shanahan, dalam pernyataannya kepada wartawan di luar Pentagon, menepis laporan yang menunjukkan jumlah pasukan tertentu sedang dipertimbangkan pada saat ini.

Sebelumnya sejumlah media terkemuka melaporkan AS akan mengirimkan 10 ribu pasukan ke Timur Tengah ditengah ketegangan dengan Iran.

CNN melaporkan para pejabat Pentagon diperkirakan akan bertemu dengan anggota tim keamanan nasional Gedung Putih secepatnya pada hari Kamis untuk membahas sebuah rencana. Laporan itu mengutip pernyataan tiga pejabat yang mengetahui masalah tersebut.

Sementara menurut AP, Pentagon akan mempresentasikan rencana ke Gedung Putih untuk mengerahkan sekitar 10.000 tentara ke Timur Tengah. Sedangkan Reuters menurunkan laporan, mengutip dua pejabat AS, Pentagon sedang mempertimbangkan permintaan militer AS untuk mengirim sekitar 5.000 tentara tambahan ke Timur Tengah.

Baca juga: Pentagon Dilaporkan Akan Sebar 10 Ribu Pasukan di Timur Tengah

Ketegangan meningkat antara Iran dan AS setelah Washington mengirim lebih banyak pasukan militer ke Timur Tengah, termasuk kapal induk, pembom B-52 dan rudal Patriot, dalam unjuk kekuatan terhadap apa yang dikatakan pejabat AS sebagai ancaman Iran terhadap pasukan dan kepentingannya di wilayah tersebut.
(ian)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak