China Diduga Gunakan Pengaruhnya dalam Menyabotase KTT Perdamaian Ukraina

Rabu, 19 Juni 2024 - 09:13 WIB
loading...
A A A
Kekhawatiran lain adalah terkait dugaan pendekatan China untuk mencegah negara-negara lain untuk menghadiri KTT Perdamaian di Swiss.

Arab Saudi, menurut kantor berita Jerman DPA, telah memutuskan untuk tidak menghadiri pertemuan di Swiss. Pada awal Agustus 2023, Arab Saudi telah menjadi tuan rumah pertemuan puncak internasional di Jeddah mengenai krisis Ukraina.

Perwakilan dari 40 negara telah menghadiri pertemuan di negara Teluk tersebut, walau tidak menghasilkan terobosan apa pun dalam membawa perdamaian ke Ukraina. Mengingat hal ini, keputusan Arab Saudi untuk absen telah menjadi kejutan besar bagi penyelenggara KTT Perdamaian di Swiss.

Pakistan dan Brasil telah menarik diri dari pertemuan puncak perdamaian, begitu juga dengan beberapa negara Asia Tenggara.

Dari Afrika, Cape Verde setuju menghadiri pertemuan puncak, sementara Afrika Selatan telah menyampaikan ketidakmampuannya untuk bergabung.

China telah membantah mengambil peran dalam memengaruhi sejumlah negara terkait partisipasi mereka di KTT Perdamaian di Swiss.

Para ahli mengatakan betapapun kerasnya upaya China dalam menjelaskan posisinya terhadap Ukraina, keputusan sejumlah negara yang memilih tidak hadir di Swiss membayang-bayangi kenetralan Beijing.

Sejumlah negara begitu dekat dengan China, dan sulit untuk percaya bahwa Beijing tidak memainkan peran apa pun dalam memengaruhi keputusan mereka.

Sejumlah pengamat isu China melihat hal ini dari sudut pandang berbeda. Mereka mengatakan Beijing cenderung tidak ingin perang di Ukraina berakhir dengan cepat.

Perang Rusia-Ukraina diyakini akan tetap membuat Barat “sibuk” menjaga keamanan kawasan, sehingga tidak akan terlalu fokus pada Indo-Pasifik di mana China bersiap untuk merebut paksa Taiwan dan menguasai seluruh Laut China Selatan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Ledakan Dahsyat Runtuhkan...
Ledakan Dahsyat Runtuhkan Terowongan di India, Tewaskan 12 Pekerja
Perang AS-Iran Memanas,...
Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
Daftar 26 Pemain Timnas...
Daftar 26 Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026: Persib dan Persija Terbanyak!
Biznet Gio dan IMV Hadirkan...
Biznet Gio dan IMV Hadirkan Solusi Hybrid Cloud, Dukung Transformasi Smart Manufacturing
Berita Terkini
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved