China Diduga Gunakan Pengaruhnya dalam Menyabotase KTT Perdamaian Ukraina

Rabu, 19 Juni 2024 - 09:13 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Zelensky Mulai Senggol Beijing, Anggap China Antek Putin

Bahkan, sejak krisis Ukraina, perdagangan antara China dan Rusia telah melonjak berkali-kali lipat. Pada tahun 2023, perdagangan kedua negara mencapai rekor USD240 miliar, naik dari 64 persen sejak tahun 2021, menurut data Bea Cukai China.

China mengekspor barang senilai USD111 miliar ke Rusia, sementara Rusia mengekspor barang senilai USD129 miliar ke Rusia tahun lalu, imbuh Bea Cukai China.

Selain itu, yang menambah kekuatan keterlibatan ekonomi mereka adalah penggunaan mata uang mereka sendiri, bukan dolar Amerika Serikat (AS), untuk 90 persen aktivitas perdagangan. Langkah ini membantu Moskow dalam sedikit meringankan dampak dari sanksi Barat.

Sementara itu menurut Zelensky, China dapat menjadi faktor penentu perdamaian di Ukraina, dan dapat membantu Kyiv dalam mengatasi krisis. Tetapi Beijing melakukan hal sebaliknya dari apa yang diperlukan untuk perdamaian di negara Eropa Timur tersebut.

"Dengan dukungan China kepada Rusia, perang akan berlangsung lebih lama. Hal ini buruk bagi seluruh dunia dan juga kebijakan China, yang menyatakan bahwa mereka mendukung integritas dan kedaulatan teritorial," sebut Zelensky dalam konferensi pers di Shangri-la Dialogue.

Dia juga mengungkapkan ketidaksenangannya atas “kenakalan” China. Dalam pernyataannya selama konferensi pers, Zelensky mengatakan bahwa dia telah melakukan panggilan telepon dengan Presiden China Xi Jinping setahun lalu.

Setelah itu, Ukraina berupaya bertemu dengan pejabat China di semua tingkatan, tetapi hal ini tidak dikabulkan Beijing. Zelensky lebih lanjut mengeluh bahwa dia belum bisa bertemu dengan pejabat China, meski mereka sama-sama menghadiri Shangri-La Dialogue di Singapura.

KTT Perdamaian di resor Burgenstock, Swiss, berfokus pada konflik Ukraina, termasuk di bidang keamanan nuklir, keamanan pangan, pembebasan tawanan perang, pemulihan integritas teritorial Ukraina, dan penarikan pasukan Rusia.

Kecuali Rusia, Swiss telah mengundang 160 negara dan organisasi untuk menghadiri KTT Perdamaian tersebut.

Pengaruh China


Kekhawatiran Ukraina terhadap China tidak hanya berasal dari nilai perdagangannya yang besar dengan Rusia yang mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan meski terkena ada sanksi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Perang di Iran Telah...
Perang di Iran Telah Telan Biaya Rp671 Triliun, Menhan AS Minta Dana Tambahan
Terungkap! Israel Kekurangan...
Terungkap! Israel Kekurangan Dana untuk Perang, Defisit Anggaran Parah
Rekomendasi
Biznet Gio dan IMV Hadirkan...
Biznet Gio dan IMV Hadirkan Solusi Hybrid Cloud, Dukung Transformasi Smart Manufacturing
Daftar 26 Pemain Timnas...
Daftar 26 Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026: Persib dan Persija Terbanyak!
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
Berita Terkini
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved