Terbanyak Sejagat, China Tes 4,5 Juta Mobil Tanpa Pengemudi di Jalan Sibuk

Kamis, 13 Juni 2024 - 13:10 WIB
loading...
Terbanyak Sejagat, China...
China melakukan tes 4,5 juta mobil tanpa pengemudi di jalan-jalan sibuk di Wuhan. New York Times mencatat sebagai eksperimen mobil terbanyak di dunia. Foto/New York Times
A A A
WUHAN - Eksperimen mobil tanpa pengemudi terbesar di dunia sedang berlangsung di jalan-jalan sibuk di Wuhan, sebuah kota di China dengan populasi 11 juta orang.

Sebanyak 4,5 juta mobil tanpa pengemudian diuji di jalan tol delapan jalur, dan jembatan menjulang tinggi di atas perairan berlumpur Sungai Yangtze.

Armada yang terdiri dari 500 taksi yang dinavigasi oleh komputer, seringkali tanpa pengemudi keselamatan sebagai cadangan, berdengung. Perusahaan yang mengoperasikannya, raksasa teknologi Baidu, mengatakan bulan lalu bahwa mereka akan menambah 1.000 lagi taksi robot di Wuhan.

Di seluruh China, 16 kota atau lebih telah mengizinkan perusahaan untuk menguji kendaraan tanpa pengemudi di jalan umum, dan setidaknya 19 produsen mobil China dan pemasoknya bersaing untuk membangun kepemimpinan global di bidang tersebut.

Baca Juga: Diam-diam, China Rajai Pasar Taksi Canggih Tanpa Pengemudi

Menurut laporan New York Times, Kamis (13/6/2024), tes mobil tanpa pengemudi di China tersebut menjadi yang terbanyak di dunia. Tidak ada negara lain yang bergerak seagresif ini.

Pemerintah China memberikan bantuan yang signifikan kepada perusahaan-perusahaan produsen mobil tanpa pengemudi.

Selain kota-kota yang menetapkan area pengujian di jalan untuk taksi robot, badan sensor juga membatasi diskusi online mengenai insiden keselamatan dan kecelakaan untuk meredam ketakutan masyarakat terhadap teknologi yang baru lahir ini.

Survei yang dilakukan oleh J.D. Power, sebuah perusahaan konsultan otomotif, menemukan bahwa pengemudi di China lebih bersedia mempercayai komputer untuk memandu mobil mereka dibandingkan orang Amerika.

“Saya pikir tidak perlu terlalu mengkhawatirkan keselamatan—produk tersebut harus sudah lulus persetujuan keselamatan,” kata Zhang Ming, pemilik toko kelontong kecil di dekat Paviliun Qingchuan di Wuhan, tempat banyak taksi robot Baidu berhenti.

Alasan lain mengapa China memimpin dalam pengembangan mobil tanpa pengemudi adalah ketatnya kebijakan mereka dan kontrol data yang semakin ketat.

Perusahaan-perusahaan China mendirikan fasilitas penelitian penting di Amerika Serikat dan Eropa dan mengirimkan hasilnya ke negara asal mereka. Namun penelitian apa pun di China tidak diperbolehkan meninggalkan negara tersebut. Akibatnya, sulit bagi produsen mobil asing untuk menggunakan apa yang mereka pelajari di China untuk mobil yang mereka jual di negara lain.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Trump Teken MoU Perjanjian...
Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir
Rekomendasi
Partai Perindo Perkuat...
Partai Perindo Perkuat Akar Rumput di Yalimo, Kader Didorong Turun ke Masyarakat
Film Tanah Runtuh Karya...
Film Tanah Runtuh Karya Denny Siregar Soroti Konflik Poso dan Ikatan Keluarga
Ahmad Khozinudin: Kami...
Ahmad Khozinudin: Kami Nyatakan Perang Terbuka secara Hukum Melawan Joko Widodo
Berita Terkini
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Infografis
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Pengangguran Terbanyak di ASEAN, Indonesia Urutan Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved