alexametrics

Roket-roket Gaza Hantam Tel Aviv, Hamas Sangkal Bertanggung Jawab

loading...
Roket-roket Gaza Hantam Tel Aviv, Hamas Sangkal Bertanggung Jawab
Sistem pertahanan Iron Dome Israel menangkal serangan roket dari Jalur Gaza. Foto/Istimewa
A+ A-
TEL AVIV - Militer Israel mengatakan dua roket diluncurkan dari Jalur Gaza ke wilayah Tel Aviv pada Kamis waktu setempat. Ini adalah serangan pertama dari Gaza sejak perang 2014 di kantong Palestina itu.

Serangan dua roket itu tidak menyebabkan kerusakan atau korban. Tetapi serangan itu mengguncang kegelisahan Israel jelang pemilu 9 April di mana Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sedang mencari masa jabatan kelimanya pada kekuatan keamanan nasional dan kredensial diplomatiknya.

Setelah sirene serangan udara meraung-raung di seluruh Tel Aviv dan kota-kota sekitarnya, beberapa ledakan terdengar di daerah pantai Israel. Rekaman TV menunjukkan rudal pencegat Israel melesat ke langit dan meledak.



Sekitar 40 menit setelah alarm, lalu lintas mengalir normal di jalan raya utama Tel Aviv. Namun, pemerintah kota meminta penduduk untuk membuka tempat perlindungan bom sebagai tindakan pencegahan.

Terlepas dari pengaktifan sistem pertahanan udara Iron Dome, militer Israel mengatakan tidak ada roket yang ditembak jatuh atau mendarat di area bangunan.

Itu adalah pertama kalinya sirene berbunyi di kota itu sejak perang Gaza 2014 antara kelompok Islam Hamas dan Israel yang dominan di wilayah itu. Ada beberapa pertempuran kecil sejak itu, yang dikendalikan oleh mediasi Mesir dan AS.

"Ini pada dasarnya kejutan," kata juru bicara militer Brigadir Jenderal Ronen Manelis kepada Radio Israel.

Dia mengatakan Israel tidak memiliki peringatan intelijen sebelumnya tentang tembakan roket, yang tidak diklaim oleh kelompok Palestina mana pun.

"Kami tidak tahu siapa yang melaksanakannya," ucap Manelis seperti dikutip dari Reuters, Jumat (15/3/2019).
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak