Prancis Geger, Geng Bersenjata Serang Mobil Tahanan dan Bebaskan Gembong Narkoba

Rabu, 15 Mei 2024 - 17:06 WIB
loading...
Prancis Geger, Geng...
Prancis kerahkan lebih dari 450 pasukan keamanan setelah geng bersenjata serang mobil tahanan di jalan tol, membunuh 2 petugas penjara, dan membaskan gembong narkoba. Foto/REUTERS
A A A
PARIS - Geng bersenjata di Prancis telah menyerang sebuah mobil van tahanan, membunuh dua petugas penjara, dan membebaskan seorang gembong narkoba. Itu terjadi di sebuah jalan tol pada Selasa.

Serangan yang mengejutkan publik itu telah memaksa pemerintah mengerahkan hampir lebih dari 450 pasukan keamanan (polisi dan gendarmerie) sebagai bagian dari operasi besar-besaran untuk menangkap geng bersenjata tersebut.

Pihak berwenang berada di bawah tekanan untuk menangkap mereka yang bertanggung jawab atas serangan mematikan itu, namun semuanya masih buron.

“Kami telah mengerahkan banyak sumber daya untuk menemukan tidak hanya orang yang melarikan diri, tetapi juga geng yang membebaskannya dalam keadaan tercela,” kata Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin kepada penyiar RTL, Rabu (15/5/2024).

Baca Juga: Macron Berharap Prancis Tidak Berperang Melawan Rusia

“Kami mengerahkan sumber daya yang besar, kami membuat banyak kemajuan,” ujarnya.

Menurutnya, sejak Selasa, lebih dari 450 petugas polisi dan gendarmerie dikerahkan hanya untuk melakukan pencarian di bagian utara Eure tempat serangan itu terjadi.

Namun, tampaknya meningkatkan kemungkinan para buronan tersebut melarikan diri ke luar negeri,d ia juga berbicara tentang “kerja sama internasional”.

“Ada banyak jejak hukum yang memungkinkan kami melakukan pekerjaan identifikasi ini,” katanya, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Tiga petugas penjara lainnya terluka dalam serangan itu, salah satunya berjuang untuk hidupnya.

Terpidana yang dibebaskan bernama Mohamed Amra (30), yang telah dihukum karena perampokan dan juga didakwa melakukan penculikan yang menyebabkan kematian. Dia juga merupakan gembong narkoba yang menggunakan nama "La Mouche (The Fly)".

“Kita juga harus mengadili kebiadaban yang memengaruhi masyarakat kita dan membunuh ayah dari keluarga,” kata Darmanin, merujuk pada para petugas penjara yang tewas.

“Bandit narkoba membunuh banyak orang, lebih banyak daripada terorisme,” ujarnya, juga menunjuk pada tanggung jawab pengguna narkoba.

“Seseorang tidak bisa pada saat yang sama menangisi para janda dan anak yatim piatu yang diserang di pintu tol Eure dan kemudian merokok…ini disebut skizofrenia.”
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Prancis Larang Pejabat...
Prancis Larang Pejabat Israel Hadiri Pameran Senjata, Zionis Murka
Kapal Tanker Rusia Dibajak...
Kapal Tanker Rusia Dibajak Prancis, Ini Respons Keras dari Kremlin
Prancis Cegat Kapal...
Prancis Cegat Kapal Tanker Rusia, Eropa Memanas!
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Sahroni soal Roy Suryo...
Sahroni soal Roy Suryo Ditangkap: Tangkepin yang Hina Presiden dan Penyebar Hoaks
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Berita Terkini
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved