Militer Jepang Ingin Merekrut Lebih Banyak Perempuan Jadi Prajuit, tapi Menghadapi Banyak Kendala

Senin, 13 Mei 2024 - 15:24 WIB
loading...
A A A
Gonoi dan prajurit wanita yang tinggal di Okinawa mengkritik sistem yang ada karena tidak memadai.

“Orang-orang akan mengatakan 'semua orang tahan dengan perilaku seperti itu, itu normal di zaman kita,' – tapi masalah ini diturunkan ke generasi saya karena tidak ada yang dilakukan untuk menghentikannya,” kata prajurit wanita tersebut kepada Reuters pada bulan Maret.

Dia menambahkan bahwa pelatihan pelecehan yang dia terima seringkali dilakukan dengan buruk dan diperlukan pengawasan yang lebih terpusat: “Daripada mencoba menjelaskan tentang pelecehan seksual, (petugas) memilih materi yang mudah untuk diajarkan, sesuatu yang sesuai dengan kebutuhan.” waktu yang mereka punya."

Perombakan Sistem Perekrutan

Pejabat Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa pelatihan mengenai pelecehan seksual sebagian besar dilakukan dalam kurikulum anti-pelecehan yang lebih luas. Pada sesi pelatihan dua jam yang dihadiri Reuters, sekitar dua menit didedikasikan untuk pelecehan seksual.

Ketika Reuters bertanya tentang insiden pelecehan seksual selama wawancara dengan para pejabat, serta dua petugas senior berseragam, mereka menjawab dengan berbicara tentang pelecehan umum.

Para pejabat mengatakan bahwa memberikan pelatihan standar mengenai pelecehan merupakan sebuah tantangan karena anggota militer di lingkungan dengan tekanan tinggi mungkin memberikan perintah dengan cara langsung yang tidak biasa dalam situasi lain.

Kedua perwira tersebut mengatakan ada kekhawatiran di kalangan militer bahwa terlalu fokus pada pelecehan dapat menimbulkan masalah operasional dan salah satu petugas berpendapat bahwa hal tersebut dapat menyebabkan pengaduan yang tidak adil.

Kementerian Pertahanan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka tidak menoleransi pelecehan dan bahwa pelatihan tersebut bertujuan untuk memastikan para komandan tidak "ragu-ragu memberikan panduan yang diperlukan dalam pekerjaan karena mereka khawatir akan pelecehan."

Tadaki, sang profesor, mengatakan Jepang bisa belajar dari militer lain.

“AS, Inggris, dan Prancis memiliki fokus yang lebih jelas dalam mencegah pelecehan dari akar penyebabnya sehingga program pencegahannya disusun berdasarkan perbaikan iklim dan budaya internal organisasi mereka,” katanya.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Khawatir Asia Timur...
Khawatir Asia Timur Jadi Medan Perang, Menhan Jepang: Senjata Nuklir Tak Bisa Dihindari
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
Tren Tak Mau Punya Anak...
Tren Tak Mau Punya Anak Melonjak di Jepang, Humanisasi Bayi Berbulu Berkembang Pesat
Tinggalkan Jas dan Dasi,...
Tinggalkan Jas dan Dasi, Pekerja Kantoran di Jepang Boleh Pakai Celana Pendek dan Kaus Oblong
Houthi Umumkan Blokade...
Houthi Umumkan Blokade Laut Terhadap Arab Saudi
Harga Minyak Dunia Mendidih...
Harga Minyak Dunia Mendidih usai Trump Ancam Bombardir Infrastruktur Iran
Rekomendasi
Menimbang Bioetanol...
Menimbang Bioetanol Berbasis Tetes Tebu
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
Kenyamanan Menginap...
Kenyamanan Menginap di Berbagai Pilihan Hotel yang Favorit
Berita Terkini
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved