Putin kepada Merkel dan Macron: Ikut Campur Urusan Belarusia Tak Bisa Diterima

Rabu, 19 Agustus 2020 - 02:00 WIB
loading...
A A A
"Para pihak secara menyeluruh membahas situasi di Belarusia setelah pemilihan presiden," bunyi pernyataan Kremlin. " Rusia menunjukkan bahwa upaya asing untuk ikut campur dalam urusan dalam negeri negara tidak dapat diterima dan selanjutnya dapat meningkatkan ketegangan," lanjut Kremlin, seperti dikutip Russia Today, Rabu (19/8/2020).

“Harapan disampaikan bahwa situasi akan membaik secepatnya," imbuh Kremlin.

Pada hari yang sama, panggilan kedua dilakukan dengan Presiden Macron, di mana krisis Libya juga dibahas. (Baca juga: Sistem Rudal Jarak Jauh Belarusia Terlihat di Dekat Lithuania )

"Ketika membahas situasi rumit di Belarusia, Vladimir Putin menekankan bahwa campur tangan dalam urusan internal republik (Belarusia) dan menekan kepemimpinan Belarusia tidak dapat diterima," jelas Kremlin. "Kedua belah pihak menyatakan keinginan untuk solusi awal untuk masalah tersebut yang telah muncul."

Belarusia merupakan sekutu terdekat Rusia dan merupakan anggota penuh dari dua aliansi yang didominasi Moskow yang berfungsi sebagai alternatif untuk Uni Eropa dan NATO di Eropa, yakni EEU dan CTSO. Kedua negara juga terikat perjanjian "negara serikat".
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Trump Kirim Delegasi...
Trump Kirim Delegasi ke Qatar, Iran: Tak Ada Negosiasi Apa pun dengan AS!
Rekomendasi
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Berita Terkini
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Infografis
Donald Trump Marah Besar...
Donald Trump Marah Besar kepada Vladimir Putin, Ada Apa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved