Demonstran Pro-Palestina Ditangkap Polisi, Terancam Pula Sanksi dari Kampus

Minggu, 28 April 2024 - 20:40 WIB
loading...
Demonstran Pro-Palestina...
Para demonstran pro-Palestina ditangkap dan diberi sanksi oleh kampus. Foto/AP
A A A
WASHINGTON - Maryam Alwan memperkirakan hal terburuk telah berakhir setelah polisi antihuru-hara Kota New York menangkap dia dan pengunjuk rasa lainnya di kampus Universitas Columbia, memasukkan mereka ke dalam bus dan menahan mereka selama berjam-jam.

Namun malam berikutnya, junior perguruan tinggi tersebut menerima email dari universitas. Alwan dan mahasiswa lainnya diskors setelah penangkapan mereka di “Perkemahan Solidaritas Gaza ,” sebuah taktik yang diterapkan perguruan tinggi di seluruh negeri untuk menenangkan protes kampus yang meningkat terhadap perang Israel-Hamas.

Penderitaan mahasiswa telah menjadi bagian utama dari protes, dimana mahasiswa dan semakin banyak dosen menuntut amnesti. Persoalannya adalah apakah universitas dan penegak hukum akan menghapuskan tuntutan tersebut dan menahan konsekuensi lainnya, atau apakah skorsing dan catatan hukum tersebut akan terus menghantui para mahasiswa hingga dewasa.

Ketentuan skorsing berbeda-beda di setiap kampus. Di Columbia dan Barnard College untuk wanita yang berafiliasi, Alwan dan puluhan lainnya ditangkap pada tanggal 18 April dan langsung dilarang masuk kampus dan kelas, tidak dapat hadir secara langsung atau virtual, dan dilarang masuk ruang makan.

Pertanyaan mengenai masa depan akademis mereka masih tetap ada. Apakah mereka akan diizinkan mengikuti ujian akhir? Bagaimana dengan bantuan keuangan? Kelulusan? Columbia mengatakan hasilnya akan diputuskan pada sidang disipliner, namun Alwan mengatakan dia belum diberi tanggal.

“Ini terasa sangat dystopian,” kata Alwan, seorang mahasiswa sastra bandingan dan masyarakat.

Apa yang dimulai di Columbia telah berubah menjadi pertikaian nasional antara mahasiswa dan administrator mengenai protes anti-perang dan batasan kebebasan berpendapat. Dalam 10 hari terakhir, ratusan mahasiswa telah ditangkap, diskors, menjalani masa percobaan dan, dalam kasus yang jarang terjadi, dikeluarkan dari perguruan tinggi termasuk Universitas Yale, Universitas California Selatan, Universitas Vanderbilt, dan Universitas Minnesota.

Barnard, sebuah perguruan tinggi seni liberal perempuan di Columbia, menskors lebih dari 50 mahasiswa yang ditangkap pada 18 April dan mengusir mereka dari asrama kampus, menurut wawancara dengan mahasiswa dan laporan dari surat kabar kampus Columbia Spectator, yang memperoleh dokumen internal kampus.

Pada hari Jumat, Barnard mengumumkan telah mencapai kesepakatan untuk memulihkan akses kampus ke “hampir semua” kampus. Sebuah pernyataan dari perguruan tinggi tersebut tidak merinci jumlahnya namun mengatakan semua mahasiswa yang skorsingnya dicabut telah setuju untuk mengikuti peraturan perguruan tinggi dan, dalam beberapa kasus, dimasukkan ke dalam masa percobaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
Baru Diangkat, Panglima...
Baru Diangkat, Panglima Militer Baru Hamas Tewas Diserang Israel
Siapa Yasser Abbas?...
Siapa Yasser Abbas? Putra Presiden Palestina yang Diprediksi Meneruskan Kepemimpinan Ayahnya
1,5 Juta Warga Palestina...
1,5 Juta Warga Palestina Berikan Suara untuk Pemilu Pertama sejak Perang Gaza
Hendak Berdoa Bersama...
Hendak Berdoa Bersama Trump, Tokoh Pro-Israel Dimaki-maki Aktivis HAM
Prabowo-Macron Sepakat...
Prabowo-Macron Sepakat Dukung Solusi Dua Negara untuk Palestina
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Wow, Putin Ngobrol dengan...
Wow, Putin Ngobrol dengan Presiden Belarusia Lukashenko 24 Jam Lebih
Rekomendasi
Danone Indonesia Dorong...
Danone Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Percepat Praktik Bisnis Berkelanjutan
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Kenangan Pahit 2002 Hantui La Albirroja
Liburan Terima Beres...
Liburan Terima Beres ke Jepang: Jelajah Fukuoka dan Oita yang Unik
Berita Terkini
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Infografis
Negara NATO yang Halangi...
Negara NATO yang Halangi Kemenangan Israel dari Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved