5 Alasan Junta Myanmar Kalah dalam Menghadapi Pemberontakan Etnis

Rabu, 24 April 2024 - 23:23 WIB
loading...
A A A
Min Zaw Oo mengatakan militer telah gagal selama lebih dari satu generasi untuk berinvestasi dalam strategi dan peralatan yang diperlukan untuk melindungi para pejuangnya di lapangan dari serangan. Melawan satu atau dua kelompok pemberontak pada saat yang sama, militer bisa saja melakukan kesalahan di masa lalu. Namun, menghadapi tekanan terus-menerus di berbagai bidang sejak kudeta telah memunculkan kelemahan mendasar.

Di bawah kepemimpinan Jenderal Min Aung Hlaing, yang memimpin kudeta tersebut, tambahnya, militer juga telah mempromosikan lebih banyak komandan senior yang memiliki sedikit atau bahkan tanpa pengalaman praktis di medan perang.

Min Zaw Oo melihat hal tersebut tidak akan berubah dalam waktu dekat, karena hal ini menguntungkan pihak perlawanan.

“Di bawah kepemimpinan saat ini, saya pikir militer tidak mungkin melakukan perbaikan untuk mengatasi kesulitan mereka,” katanya. "Mereka masih...gagal menemukan solusi strategis."

Hal ini memicu prediksi bahwa kelompok perlawanan bisa saja menang atas salah satu kekuatan militer terbesar dan paling tangguh di kawasan ini, terutama sejak dimulainya Operasi 1027. Apa yang tadinya tampak seperti sebuah pukulan panjang, kini, bagi sebagian orang, tampaknya tidak dapat dihindari, bahkan akan segera terjadi. .

3. Dukungan Junta Sudah Melemah

Namun para analis mengatakan ramalan mengenai kekalahan atau keruntuhan junta adalah hal yang berlebihan.

“Mengingat kemajuan di medan perang dan kerugian yang ditimbulkan pada Sit-tat [militer], ada momentum yang dapat dilihat oleh masyarakat – jika kita terus bergerak, kita benar-benar dapat menggulingkan militer,” David Mathieson, seorang analis independen Myanmar , kepada VOA.

“Tetapi menurut saya perkiraan apa pun tentang seberapa besar hal itu akan terjadi harus sangat konservatif. Orang-orang mengatakan militer akan jatuh dalam tiga sampai enam bulan. Anda tidak tahu itu,” tambahnya.

Sebagian besar wilayah yang hilang dari junta sejak Operasi 1027 dimulai mencakup wilayah perbatasan dengan India, Bangladesh dan, yang paling penting, China, mitra dagang utama Myanmar.

Jalur perdagangan utama dengan Thailand juga semakin mendapat serangan dari kelompok perlawanan.

Namun Mathieson mengatakan junta mungkin berencana untuk bertahan bahkan tanpa mengendalikan perbatasan dengan melakukan konsolidasi di dataran tengah di sekitar kota-kota terbesar, termasuk Yangon dan pelabuhan lautnya, dan dengan mempertahankan pangkalan militer utama dan pabrik senjata di dekatnya serta jalan-jalan yang menghubungkannya. Mall.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Sudah Bisa Ditebak,...
Sudah Bisa Ditebak, Partai Pro-militer Myanmar Menang Pemilu
Viral Dua WNI Diduga...
Viral Dua WNI Diduga Disekap di Myanmar, Polri Lakukan Koordinasi
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Hampir Tembus 5.000 Jiwa
Daftar Lengkap Juara...
Daftar Lengkap Juara Piala Dunia dari 1930 hingga 2026, Negara Mana yang Terbanyak?
Rekomendasi
BTS Jadi Magnet di Final...
BTS Jadi Magnet di Final Piala Dunia 2026, Justin Bieber hingga Tom Cruise Datang Menyapa
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
Cing Abdel Sudah Ikhlas...
Cing Abdel Sudah Ikhlas Lepas Temon, Kini Hanya Tersisa Kenangan Lucu
Berita Terkini
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jermah Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
4 Fakta Film Odyssey...
4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved