Bukan Presiden, Ini Sosok Pemimpin Tertinggi Iran

Rabu, 17 April 2024 - 13:03 WIB
loading...
Bukan Presiden, Ini...
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Foto/REUTERS
A A A
TEHERAN - Ayatollah Ali Khamenei yang telah memegang jabatan sebagai Pemimpin Tertinggi Iran sejak tahun 1989, adalah sosok yang mengemuka dalam sejarah dan politik negara tersebut.

Dengan kekuasaan yang melampaui presiden, Khamenei memiliki peran yang sangat menonjol dalam mengatur berbagai aspek kehidupan di Iran.

Lahir pada 19 Juli 1939 di kota suci Mashhad, Khamenei tumbuh menjadi seorang ulama yang mendalami ilmu agama di seminari Mashhad, Najaf, dan Qom.

Perannya sebagai pendukung Revolusi Islam Iran pada tahun 1979 membawanya ke panggung politik yang lebih luas.

Setelah revolusi berhasil, Khamenei menjabat sebagai anggota Dewan Revolusi, Imam Salat Jumat Teheran, dan Wakil Menteri Pertahanan.

Selain itu, dia terpilih sebagai wakil Teheran di Majelis Permusyawaratan Islam dan menjabat sebagai presiden Iran selama dua periode.

Pengalaman Khamenei selama Perang Iran-Irak pada tahun 1980-an juga patut diperhatikan. Dia adalah salah satu pemimpin yang memimpin negara melalui masa-masa sulit konflik tersebut.

Selain itu, Khamenei memiliki hubungan dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Sebagai Pemimpin Tertinggi, Khamenei memiliki wewenang untuk mengeluarkan dekrit dan putusan akhir terkait kebijakan pemerintah.

Pengaruhnya melebihi presiden dan mencakup berbagai aspek, termasuk politik dan militer. Ucapan dan keputusannya dianggap mutlak di Iran.

Pemimpin Tertinggi Iran memiliki peran yang sangat signifikan dalam mengelola negara dan pemerintahan.

Berdasarkan Pasal 110 Konstitusi Iran, berikut adalah wewenang dan tugas yang melekat pada posisi Pemimpin Tertinggi:

1. Delineasi Kebijakan Umum


Pemimpin Tertinggi menetapkan arah kebijakan umum Republik Islam Iran setelah berkonsultasi dengan Dewan Penegasan Kebijaksanaan Bangsa.

Ini mencakup keputusan-keputusan strategis yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan negara.

2. Pengawasan Pelaksanaan Kebijakan


Pemimpin Tertinggi bertanggung jawab memastikan pelaksanaan kebijakan yang sesuai dengan sistem.

Pengawasannya termasuk memastikan kebijakan-kebijakan tersebut dijalankan dengan benar dan sesuai dengan tujuan negara.

3. Penerbitan Dekrit untuk Referendum Nasional


Pemimpin Tertinggi memiliki kewenangan untuk mengeluarkan dekret yang memungkinkan referendum nasional.

Ini memungkinkan partisipasi langsung warga negara dalam keputusan-keputusan penting yang mempengaruhi negara.

4. Perintah Tertinggi terhadap Angkatan Bersenjata


Pemimpin Tertinggi memiliki kendali atas angkatan bersenjata. Ini mencakup perintah-perintah terkait keamanan, mobilisasi pasukan, dan keputusan-keputusan strategis terkait pertahanan negara.

5. Kepala Kehakiman Tertinggi


Pemimpin Tertinggi juga memiliki peran sebagai kepala kehakiman tertinggi di negara ini. Ini menempatkannya dalam posisi yang krusial dalam sistem hukum dan penegakan hukum.

Kekuasaan Pemimpin Tertinggi tidak hanya memengaruhi Iran, tetapi juga memiliki dampak global.

Sebagai negara Syiah terkuat di dunia, keputusan-keputusan yang diambil Pemimpin Tertinggi mempengaruhi stabilitas regional dan hubungan internasional.

Dengan segala kompleksitas dan peran yang dimainkannya, Ali Khamenei tetap menjadi figur yang mempengaruhi arah negara dan kebijakan di Iran.

Sejarah dan masa depan negara ini tidak dapat dilepaskan dari peran dan keputusan yang diambil oleh pemimpin tertinggi ini.

Baca juga: Aksi Militer atau Sanksi pada Iran Bisa Jadi Bumerang bagi AS dan Sekutu Barat
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Taiwan Luncurkan Puluhan...
Taiwan Luncurkan Puluhan Rudal HIMARS ke Arah China
Heli Militer Mi-17 Pakistan...
Heli Militer Mi-17 Pakistan Jatuh, 22 Tentara Tewas termasuk 3 Perwira
Rekomendasi
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
PHEV Indonesia 2026:...
PHEV Indonesia 2026: Tahun Ketika BYD Memangkas Harga, Pasar Berlipat Ganda
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
Ini Kecanggihan Drone...
Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved