alexametrics

Koalisi AS Dilaporkan Merudal Posisi Pasukan Suriah

loading...
Koalisi AS Dilaporkan Merudal Posisi Pasukan Suriah
Pesawat jet tempur F-16 Amerika Serikat yang beroperasi di Irak dan Suriah. Foto/REUTERS/Hamad I Mohammed/File Photo
A+ A-
DAMASKUS - Pasukan koalisi internasional yang dipimpin Amerika Serikat (AS) dilaporkan menembakkan sejumlah rudal terhadap posisi pasukan Suriah di wilayah timur negara tersebut.

Serangan ini dilaporkan kantor berita negara Suriah, SANA, Senin (3/12/2018), yang dilansir Reuters.



Sumber militer Damaskus mengatakan serangan sejumlah rudal itu menyebabkan kerusakan material secara terbatas. Beberapa rudal menghantam posisi pasukan Damaskus di selatan Al-Sukhnah, Suriah timur.

"Pasukan koalisi pimpinan AS menembakkan beberapa rudal ke arah posisi unit kami di wilayah Al-Ghurab, selatan kota Al-Sukhnah sekitar pukul 20.00 malam," kata sumber militer Suriah kepada saluran televisi Al-Ikhbariya.

Bulan lalu, stasiun televisi pemerintah Suriah melaporkan bahwa lebih dari 30 warga sipil tewas akibat serangan udara koalisi pimpinan AS di sebuah desa di provinsi Deir ez-Zor. Serangan itu hanya berselang dua hari setelah media Damaskus menuduh koalisi pimpinan AS menewaskan sedikitnya 6 warga sipil di kota Hajin di wilayah yang sama.

Pemerintah maupun militer Amerika Serikat (AS) belum berkomentar atas laporan serangan rudal semalam.

Pemerintah Damaskus yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad telah berulang kali menuduh koalisi pimpinan AS menyebabkan korban sipil saat melakukan operasi udara di Suriah.

Koalisi pimpinan AS yang terdiri dari 70 lebih negara-negara di dunia melakukan operasi militer kontra teror di Suriah dan Irak sejak beberapa tahun lalu. Operasi koalisi di Irak dilakukan bekerja sama dengan pemerintah Irak. Namun, operasi mereka di Suriah tidak diberi wewenang oleh pemerintah Assad maupun Dewan Keamanan PBB.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak