Junta Militer Myanmar Sudah Kehilangan Kekuatan dan Kekuasaan, Mengapa?

Senin, 08 April 2024 - 19:19 WIB
loading...
Junta Militer Myanmar...
Junta militer terancam Myanmar tumbang. Foto/Reuters
A A A
BANGKOK - Perdana Menteri Thailand Srettha Thavisin mengatakan kepada Reuters bahwa sekarang adalah saat yang tepat untuk membuka pembicaraan dengan Myanmar karena rezim militer yang merebut kekuasaan dalam kudeta tahun 2021 melemah.

Myanmar berada dalam pergolakan pemberontakan di berbagai bidang, dengan kelompok anti-junta sekutunya yang didukung oleh pemerintah paralel pro-demokrasi menguasai beberapa pos dan kota militer, termasuk bagian dari kota penting di perbatasan dengan Thailand selama akhir pekan.

Pemberontakan adalah tantangan terbesar yang dihadapi junta Myanmar sejak mereka melakukan kudeta terhadap pemerintahan terpilih pada tahun 2021.

“Rezim saat ini mulai kehilangan kekuatan,” kata Srettha dalam sebuah wawancara di pulau resor Samui pada hari Minggu, menambahkan, “tetapi bahkan jika mereka kalah, mereka memiliki kekuatan, mereka memiliki senjata.”

“Mungkin ini saatnya untuk menjangkau dan membuat kesepakatan,” katanya, dilansir Reuters.

Thailand telah melakukan berbagai upaya dengan Myanmar sejak Srettha berkuasa Agustus lalu, termasuk memberikan bantuan ke Myanmar di bawah inisiatif kemanusiaan yang bertujuan untuk membuka jalan bagi perundingan antara kubu yang bertikai.

Baca Juga: 5 Alasan Masa Depan Junta Militer Myanmar di Ujung Tanduk

Parlemen Thailand juga menjadi tuan rumah seminar bulan lalu mengenai situasi politik di Myanmar yang mencakup kemunculan penentang militer Myanmar, meskipun ada keberatan dari junta.

Srettha mengatakan Myanmar sangat penting bagi Thailand dan dia serta pejabat Thailand lainnya telah berbicara dengan berbagai pemangku kepentingan di Myanmar dan mitra internasional termasuk Tiongkok dan AS.

“Negara yang paling diuntungkan jika Myanmar bersatu, damai dan sejahtera adalah Thailand,” kata Srettha.

Pemerintah Thailand tidak akan memihak dalam konflik internasional dan kebijakannya adalah mengatasi konflik secara damai, kata juru bicara pemerintah Chai Watcharong dalam sebuah pernyataan pada hari Senin setelah media menanyakan situasi di Myanmar.

Srettha mengatakan dia berencana untuk berbicara dengan para menteri kabinet, pejabat senior militer dan keamanan pada hari Selasa untuk menyederhanakan kebijakan pemerintah terhadap Myanmar.

“Saya bertemu dengan lima atau enam orang yang merupakan pemain kunci dan memastikan bahwa kita memiliki pemikiran yang sama,” katanya.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Sudah Bisa Ditebak,...
Sudah Bisa Ditebak, Partai Pro-militer Myanmar Menang Pemilu
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Klasemen Piala AFF U-19...
Klasemen Piala AFF U-19 2026: Sikat Myanmar, Timnas Indonesia Sejajar Vietnam
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Iran Beberkan Alasan...
Iran Beberkan Alasan Walk Out saat Negosiasi dengan AS, Singgung Trump
Rekomendasi
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Berpartisipasi dalam Jalan Sehat Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Monas
Pelajar Tewas Tersangkut...
Pelajar Tewas Tersangkut Kabel, DPRD Desak Pemprov DKI Jakarta Tata Ulang Pengelolaan Utilitas
Berita Terkini
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Iran vs Israel, Siapa Lebih Unggul?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved