Gao Yaojie, Dokter Pembangkang yang Ungkap Praktik Penjualan Darah di China

Senin, 08 April 2024 - 14:47 WIB
loading...
A A A

Epidemi AIDS di China


Di antara orang-orang lain yang juga menanggung akibat dari pelaporan pelanggaran (whistleblowing) adalah Dr Wan Yanhai, seorang pejabat kesehatan yang kemudian menjadi advokat.

Dia ditahan pada tahun 2002 setelah menyebarkan dokumen rahasia pemerintah mengenai 170 kematian terkait AIDS.

Dr Wan mengatakan kepada Al Jazeera pada Februari 2024 bahwa, "seperti halnya Covid-19, dalam kasus AIDS, dorongan untuk menutup-nutupi bersifat ideologis: Beijing menganggap sistem komunisnya adalah yang terbaik di dunia dan tidak membiarkan kesalahan apa pun."

Dia dilarang pulang ke China pada 2010 sehingga tinggal di New York. Pada tahun itulah Dr Wan menentang peringatan para pejabat dan menghadiri upacara Hadiah Nobel Perdamaian di Oslo untuk menghormati Liu Xiaobao, sarjana pembangkang China yang akhirnya meninggal di penjara pada 2017.

Dr Gao adalah seorang dokter profesional, tujuannya bukan untuk sekadar menjadi pelapor. Namun, dia menjadi khawatir ketika mulai menemui pasien di Provinsi Henan yang mengidap tumor yang dia tahu merupakan gejala umum AIDS. Hanya sedikit orang yang telah dites HIV, apalagi didiagnosis, sampai Dr Gao mendesak agar hal ini segera dilakukan.

Dalam memoarnya di tahun 2008, “The Soul of Gao Yaojie”, Gao menulis: "Sebagai seorang dokter, saya tidak bisa menutup mata; saya mempunyai tanggung jawab untuk melakukan semua yang saya bisa untuk mencegah penyebaran epidemi ini. Namun, pada saat itu, saya tidak menyadari kekuatan tak terduga yang mendasari meluasnya penularan HIV."

Dr Gao menemukan bahwa perdagangan plasma, terutama di daerah pedesaan di mana penduduk desa miskin perlu menambah pendapatan mereka, telah menjadi vektor penularan.

Ketika China melarang sebagian besar produk darah impor—sebagai bagian dari upaya menggambarkan bahwa virus tersebut berasal dari "asing"—perusahaan farmasi meningkatkan permintaan dalam negeri sehingga memperburuk masalah. Situasi serupa terjadi saat pandemi Covid-19.

Bahkan rumah sakit yang dikelola Palang Merah China dan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) pun turut serta dalam bisnis ini. Pejabat setempat yang mendapat keuntungan mengatakan kepada penduduk desa bahwa menjual plasma juga bermanfaat bagi kesehatan mereka.

Dr. Gao mengatakan dalam kesaksiannya pada Kongres AS di tahun 2009 bahwa "para pengumpul darah mengatakan kepada penjual darah: ‘Darah itu seperti air di dalam sumur. Jumlahnya tetap sama tidak peduli berapa banyak yang telah Anda sumbangkan. Donor darah ibarat mengganti darah lama dengan darah baru. Ini baik untuk metabolisme’."

Banyak yang tertular HIV karena jarum suntik kotor secara rutin digunakan kembali untuk mengambil darah. Separuh dari 3.000 penduduk desa di satu kabupaten di Provinsi Henan memenuhi kebutuhan hidup mereka dengan uang darah pada saat itu; 800 mengidap AIDS, kata Dr Gao dalam memoarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
Houthi Akan Tutup Selat...
Houthi Akan Tutup Selat Bab el-Mandeb Jika AS Serang Fasilitas Energi Iran
Daftar Lengkap Hasil...
Daftar Lengkap Hasil Final Piala Dunia dari 1930 hingga 2026 Beserta Skornya
Rekomendasi
Gibran Duduk di Barisan...
Gibran Duduk di Barisan Menteri saat Sidang Kabinet, Mensesneg Beri Penjelasan
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
KPK Tetapkan Bupati...
KPK Tetapkan Bupati Lombok Barat Tersangka Dugaan Suap dan Gratifikasi
Berita Terkini
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved