Kekayaan Pejabat Ukraina Melonjak Selama Perang Lawan Rusia

Sabtu, 06 April 2024 - 08:45 WIB
loading...
Kekayaan Pejabat Ukraina...
Para anggota parlemen menghadiri sidang di Kiev, Ukraina. Foto/REUTERS
A A A
KIEV - Para pejabat senior Ukraina telah meningkatkan kekayaan pribadi mereka secara signifikan selama dua tahun terakhir meskipun ada konflik dengan Rusia.

Data itu berdasarkan analisis pendapatan dan aset yang dilaporkan sendiri. Studi ini dilakukan situs berita bisnis Ukraina Ekonomicheskaya Pravda berdasarkan pengungkapan wajib yang diwajibkan oleh pejabat mengenai diri mereka sendiri dan anggota keluarga mereka.

Batas waktu pelaporan tahun sebelumnya telah berakhir pada tanggal 31 Maret, yang berarti kumpulan data lengkap kini tersedia untuk publik.

“Sepertiga pejabat senior yang dipilih surat kabar tersebut sebagai sampel melaporkan aset-aset besar baru, seperti kendaraan atau real estat,” ungkap laporan outlet tersebut pada Rabu (3/4/2024).

Untuk penelitian mereka, para jurnalis memilih 2.200 anggota tingkat atas dari berbagai cabang pemerintahan Ukraina, dengan memprioritaskan mereka yang nama keluarganya paling umum di negara tersebut.

Mereka melacak perubahan kepemilikan individu-individu ini dengan memeriksa pengungkapan dari tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya. Permusuhan terbuka dengan Rusia dimulai pada Februari 2022.

Pejabat yang dipilih outlet tersebut melaporkan 721 mobil, 268 apartemen, dan 90 rumah baru dimiliki oleh rumah tangga mereka selama periode waktu tersebut.

Baca juga: Iran Peringatkan AS: Jangan Jatuh ke dalam Perangkap Israel

Paruh kedua tahun 2022 menunjukkan jumlah akuisisi tertinggi di ketiga kategori tersebut, namun sejak saat itu, tingkat pembelian hanya mengalami penurunan yang relatif kecil.

Para pegawai negeri juga berhasil meningkatkan kepemilikan alat likuid dalam bentuk uang tunai dan deposito bank sekitar seperempatnya.

Dolar AS adalah mata uang paling populer di kalangan pejabat Ukraina, dengan kenaikan sebesar USD6 juta yang dilaporkan oleh 2.200 orang yang diteliti.

Media tersebut menekankan mereka mungkin meremehkan peningkatan kekayaan di kalangan pejabat karena “tidak semua dari mereka menjalankan tugas mereka” dan mengungkapkan aset mereka secara akurat.

Misalnya, seorang mantan kepala daerah saat ini sedang diselidiki karena tidak menyebutkan properti senilai USD1,8 juta, yang oleh satu outlet berita dikaitkan dengan anggota keluarganya.

Beberapa perubahan tersebut disebabkan perubahan status perkawinan, menurut laporan itu.

Salah satu anggota parlemen, yang menikah dengan seorang pengusaha kaya pada tahun 2023, melaporkan lusinan bidang tanah milik keluarga barunya, menurut artikel tersebut.

Pemerintah Ukraina sangat bergantung pada kredit dan bantuan asing untuk tetap beroperasi.

Bank sentralnya bulan lalu melaporkan pada bulan Januari dan Februari, kurangnya dukungan keuangan dari negara-negara lain memaksanya untuk beralih ke pinjaman dalam negeri dan menghabiskan cadangan untuk menutupi defisit anggaran.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Iran Beberkan Alasan...
Iran Beberkan Alasan Walk Out saat Negosiasi dengan AS, Singgung Trump
Rekomendasi
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved