Xi Jinping Ucapkan Selamat pada Putin, China dan Rusia Makin Lengket
Selasa, 19 Maret 2024 - 08:22 WIB
loading...
A
A
A
Menteri Luar Negeri China Wang Yi pada bulan ini memuji paradigma baru dalam hubungan negara-negara besar yang sepenuhnya berbeda dari era Perang Dingin.
"Hubungan tersebut bertumpu pada dasar non-blok, non-konfrontasi, dan non-penargetan terhadap pihak ketiga," kata Wang Yi dalam pertemuan politik tahunan di Beijing.
Wang Yiwei, profesor studi internasional di Universitas Renmin China di Beijing, mengatakan: "Kemitraan ini tidak hanya berarti bahwa China dan Rusia tidak terlibat konflik satu sama lain, tetapi juga mereka tidak bersatu untuk menghadapi pihak lain, seperti NATO."
Sebaliknya, katanya, kedua negara mempertahankan semacam kolaborasi strategis yang melayani kepentingan bersama seperti dunia multipolar dan stabilitas strategis global di benua Eurasia.
Namun Ja Ian Chong, seorang profesor ilmu politik di Universitas Nasional Singapura, mengatakan dalam praktiknya hubungan kedua negara tidak begitu seimbang.
"'Paradigma baru', terutama jika dibandingkan dengan Perang Dingin, adalah ketika (China) menjadi mitra senior...dan Rusia sebagai mitra junior," katanya kepada AFP.
“Baik Moskow maupun Beijing tidak memiliki komitmen aliansi yang kuat satu sama lain. Namun, akan ada beberapa tingkat kerja sama terutama dalam hal mencegah apa yang mereka lihat sebagai Amerika Serikat yang bertentangan dengan kepentingan mereka," paparnya.
"Hubungan tersebut bertumpu pada dasar non-blok, non-konfrontasi, dan non-penargetan terhadap pihak ketiga," kata Wang Yi dalam pertemuan politik tahunan di Beijing.
Wang Yiwei, profesor studi internasional di Universitas Renmin China di Beijing, mengatakan: "Kemitraan ini tidak hanya berarti bahwa China dan Rusia tidak terlibat konflik satu sama lain, tetapi juga mereka tidak bersatu untuk menghadapi pihak lain, seperti NATO."
Sebaliknya, katanya, kedua negara mempertahankan semacam kolaborasi strategis yang melayani kepentingan bersama seperti dunia multipolar dan stabilitas strategis global di benua Eurasia.
Namun Ja Ian Chong, seorang profesor ilmu politik di Universitas Nasional Singapura, mengatakan dalam praktiknya hubungan kedua negara tidak begitu seimbang.
"'Paradigma baru', terutama jika dibandingkan dengan Perang Dingin, adalah ketika (China) menjadi mitra senior...dan Rusia sebagai mitra junior," katanya kepada AFP.
“Baik Moskow maupun Beijing tidak memiliki komitmen aliansi yang kuat satu sama lain. Namun, akan ada beberapa tingkat kerja sama terutama dalam hal mencegah apa yang mereka lihat sebagai Amerika Serikat yang bertentangan dengan kepentingan mereka," paparnya.
(mas)
Lihat Juga :