China 'Tidak Undang' WHO Gabung dalam Investigasi COVID-19

Jum'at, 01 Mei 2020 - 00:44 WIB
loading...
A A A
"Kami hanya tahu apa yang dilaporkan China kepada kami pada periode itu," cetusnya.

Untuk diketahui, dari 3 Januari hingga 16 Januari, pejabat Wuhan melaporkan tidak ada kasus virus Corona baru di luar 41 yang sudah diumumkan.

"Apakah mungkin hanya ada 41 kasus untuk periode waktu itu? Saya kira tidak," kata Galea kepada Sky News.

"Apakah itu masalah kesulitan dalam menemukan apakah mereka melakukan tindakan bersama, apakah ini masalah definisi? Saya tidak bisa berspekulasi. Tapi itu akan terjadi selama periode itu jelas beberapa pertumbuhan akan terjadi," tuturnya.

"Tidak mungkin bahwa dengan epidemi seperti ini ia tetap berada pada angka 41 tepatnya," ulasnya.

"Tapi ya, apakah ada lebih banyak kasus? Itu adalah sesuatu yang harus dijawab China," ia menekankan.

Pertanyaan utama dalam awal wabah virus adalah apakah dapat ditularkan dari manusia ke manusia - suatu karakteristik yang akan membuatnya lebih mungkin untuk menyebar secara luas daripada jika infeksi bergantung pada kontaminasi langsung dari sumber asli, yang masih dianggap berasal dari Pasar Seafood Huanan di Wuhan.

WHO telah dikritik karena tweet yang diposting pada 14 Januari, mengatakan investigasi awal yang dilakukan oleh otoritas China tidak menemukan bukti yang jelas tentang penularan dari manusia ke manusia. Pada hari yang sama, di Jenewa, seorang pejabat WHO mengatakan ada kasus "terbatas" penularan dari manusia ke manusia.

Galea mengatakan bahwa pada saat itu WHO semakin khawatir dan yakin, sangat curiga akan ada penularan dari manusia ke manusia.

"Namun, kasus-kasus yang telah disampaikan kepada kami dan penyelidikan belum dikonfirmasi 100%," jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Pesawat Air Force One...
Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang
Rekomendasi
Sarwendah Bantah Rugi...
Sarwendah Bantah Rugi Rp20 Miliar, Sebut Masih Banyak Brand yang Bekerja Sama
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Industri Herbal Andalkan...
Industri Herbal Andalkan Figur Publik Perkuat Kepercayaan Konsumen
Berita Terkini
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Infografis
5 Cara Mencegah Lonjakan...
5 Cara Mencegah Lonjakan Covid-19 di Momen Libur Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved